Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kalimantan Selatan, meluncurkan program pembinaan produktif dengan melibatkan warga binaan dalam kegiatan pertanian. Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Tanah Laut untuk menggarap lahan sawah yang luas. Program ini bertujuan memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi para narapidana.
Program penanaman padi perdana ini dilaksanakan secara langsung di Desa Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, pada Sabtu (04/4). Sebanyak 20 hektare lahan sawah telah disiapkan untuk dikelola secara bertahap oleh warga binaan, menegaskan bahwa ini adalah kegiatan pembinaan produktif, bukan sekadar seremoni simbolis. Keterlibatan langsung ini diharapkan memberikan pengalaman praktis yang berharga.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan kedisiplinan tinggi di sektor pertanian. Staf Ahli Bupati Tanah Laut Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Achmad Taufik, menyatakan, "Kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan produktif agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kedisiplinan." Hal ini diharapkan menjadi modal penting bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Achmad Taufik lebih lanjut menegaskan bahwa sektor pertanian dipilih karena potensi besarnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Selain itu, bidang ini juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan bagi warga binaan setelah mereka bebas dari masa tahanan. Keterampilan bertani dapat menjadi sumber penghidupan yang stabil dan mandiri.
Keterlibatan aktif warga binaan dalam kegiatan pertanian diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab yang kuat. Kakanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, menyebutkan bahwa kemandirian juga menjadi salah satu target utama dari program ini, mendorong mereka untuk menjadi individu yang lebih mandiri dan produktif. Kolaborasi ini sangat krusial untuk mencapai tujuan tersebut.
Mulyadi menambahkan, "Kolaborasi ini penting agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi berlanjut menjadi kemampuan nyata yang bisa dimanfaatkan warga binaan." Pendampingan dari penyuluh pertanian memastikan proses budidaya padi berjalan sesuai standar teknis, sehingga hasil panen dapat optimal dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Lahan yang digarap dalam program ini mencapai luas 20 hektare, menunjukkan skala yang cukup signifikan dalam upaya peningkatan produksi pangan. Tanah tersebut terdiri dari 10 hektare lahan hibah dan 10 hektare lahan pinjam pakai yang akan dikelola secara bertahap. Ini merupakan pemanfaatan aset lahan yang efektif untuk kepentingan bersama.
Program ini juga disinergikan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat cadangan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Inisiatif ini selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan cadangan ketahanan pangan nasional, menunjukkan dukungan terhadap agenda pemerintah. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan yang lebih baik.
Pemanfaatan lahan produktif oleh warga binaan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi. Namun juga berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan lokal. Dengan pendampingan ahli, diharapkan produktivitas lahan dapat maksimal, memberikan dampak positif bagi seluruh komunitas.
Advertisement
Advertisement
Penanaman padi perdana menandai tahap awal pengelolaan lahan yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan. Ini bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan upaya jangka panjang untuk pemberdayaan warga binaan dan peningkatan kapasitas daerah. Harapan besar tertumpu pada kelanjutan program ini.
Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi pangan daerah serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, juga memperkuat fungsi pemasyarakatan yang berbasis pada kemandirian dan reintegrasi sosial yang positif, menciptakan dampak multiplier yang luas. Ini adalah model pembinaan yang patut dicontoh.
Melalui program ini, warga binaan tidak hanya menjalani hukuman. Namun juga membangun masa depan yang lebih cerah dengan bekal keterampilan yang relevan. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan dapat berjalan efektif melalui pendekatan produktif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews