Reaksi Polisi soal Viral Penambang Emas Ngaku Dibekingi Polisi Polda Gorontalo hingga Berani Lawan Kapolres

Polisi mempersilakan jika memang adanya bukti seperti yang dimaksud dalam video tersebut untuk bisa diserahkan atau dilaporkan ke Propam.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Reaksi Polisi soal Viral Penambang Emas Ngaku Dibekingi Polisi Polda Gorontalo hingga Berani Lawan Kapolres
Reaksi Polisi soal Viral Penambang Emas Ngaku Dibekingi Polisi Polda Gorontalo hingga Berani Lawan Kapolres (Merdeka.com)

Viral di media sosial sebuah video menyebut ada seorang penambang emas di Boalemo mengaku dibekingi oknum anggota Polda Gorontalo hingga berani melawan kapolres. Kejadian itu diunggah akun @warungjurnalis.

"Penambang Emas di Boalemo Ngaku Dibekingi Oknum Anggota Polda Gorontalo hingga Berani Lawan Kapolres Boalemo," tulis akun tersebut seperti dikutip, Kamis (5/6).

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Desmont Harjendro mengatakan, pihaknya sudah melakukan mediasi atas kejadian tersebut. Namun, belum diketahui hasil dari mediasi itu.

Meski begitu, ia pun mempersilakan jika memang adanya bukti seperti yang dimaksud dalam video tersebut untuk bisa diserahkan atau dilaporkan kepada Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Saya pikir hal-hal seperti ini sudah terlalu sering kita mendengar. Namun, sampai sekarang pun tidak ada bukti yang bisa menunjukkan itu. Kita selalu terbuka. Kalau memang ada laporan, ada pengaduan, kita tidak tinggal diam," kata Desmont dalam video yang diterima merdeka.com.

"Kita pasti akan tindaklanjuti. Apapun itu bentuknya, pasti kita tindaklanjuti. Nah, ini kaitan dengan kejadian yang kemarin. Sudah kita terima juga pengaduannya, laporannya di Propam. Dan bahkan kemarin semalam pun sudah dimediasi. Ya, nanti kita akan lihat perkembangan ke depan seperti apa," sambungnya.

Janji Proses Polisi yang Melanggar

Desmont menegaskan, pihaknya akan melakukan proses jika memang adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Apalagi, semua laporan yang masuk dipastikan diterimanya.

"Ya, tadi sudah saya sampaikan lagi ya. Jadi kalau memang nantinya ada, ya pasti kita akan proses seperti itu. Yang jelas, semua laporan pasti kita akan terima. Nanti kita akan coba untuk mendalami. Kita akan coba untuk menyelidiki bagaimana keterlibatannya siapa-siapa saja dalam kaitan dengan pertambangan ilegal ini," tegasnya.

Dia berpesan kepada masyarakat agar tidak menyampaikan informasi yang belum tentu diketahui kebenarannya. Karena, dirinya ingin berdasarkan bukti-bukti yang ada.

"Kita harus berbicara berdasarkan bukti-bukti yang ada. Jangan hanya menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas. Masalah ketidakbenaran dan masalah pidana, silakan dilaporkan. Kalaupun ada bukti-buktinya, silakan juga dibawa. Nanti kita akan coba untuk mendalami itu," tambahnya.

Sampai hari ini, pihaknya belum bisa membuktikan ada tidaknya keterlibatan polda atau tidak dalam kejadian yang tengah ramai tersebut.

Tak Mudah Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal

Saat ditanyakan soal penertiban terhadap semua aktivitas pertambangan, dia mengatakan polisi tidak bisa serta merta melakukan tindakan apalagi sampai berujung anarki. Apalagi, memang harus melibatkan unsur-unsur terkait lainnya.

"Jadi kita tidak bisa serta-merta langsung melakukan penindakan-penindakan secara frontal. Tadi sudah disampaikan oleh Kapolres. Ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan, untuk preentifnya, preventifnya. Termasuk kita berkoordinasi dengan unsur-unsur yang terkait. Dinas-dinas yang terkait," paparnya.

"Jadi tidak hanya langsung-langsung kita main tindak. Kalau kita main tindak langsung, kita pasti berfikirnya nanti situasi Kamtibmas yang muncul. Jangan sampai mempengaruhi situasi Kamtibmas yang sudah aman saat ini. Itu yang menjadi pertimbangan. Jadi ya kita tetap melaksanakan penindakan secara bertahap," sambungnya.

Pihaknya juga mempersilakan jika memang hal ini dilaporkan ke Mabes Polri.

Rekomendasi