Jejak GPS Bongkar Pembunuhan Pedagang Sayur di Sumsel

Pembunuhan diduga dipicu kekesalan pelaku karena kerap disodomi korban. Pelaku diketahui merupakan anak buah korban yang membantunya bekerja sebagai pedagang sayur.

irwanto
Oleh irwanto- Reporter
Jejak GPS Bongkar Pembunuhan Pedagang Sayur di Sumsel
Jasad pedagang sayur korban pembunuhan di Musi Banyuasin. (merdeka.com/istimewa).

Polisi menangkap satu dari dua pelaku pembunuhan J (54), pedagang sayur asal Sungau Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pembunuhan dipicu kekesalan pelaku yang kerap disodomi korban.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang bersama mobilnya jenis Daihatsu Sigra oleh keluarganya ke polisi pada Minggu (11/10). Polisi melacak GPS dan diketahui berada di Cengal, Ogan Komering Ilir. Selanjutnya polisi menangkap FS (23) yang merupakan pelaku pembunuhan, Selasa (3/11).

Dari keterangan pelaku terungkap keberadaan mayat korban. Polisi bergerak menuju lokasi yang dituju, tepatnya di parit perkebunan di Pemulutan, Ogan Ilir, Rabu (4/11). Setelah dilakukan penggalian, mayat korban ditemukan dalam keadaan membusuk.

Untuk kepentingan penyidikan, polisi membawa mayat ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Namun dari fisiknya, identitas korban benar diketahui inisial J, orang yang hilang.

"Kami sudah temukan mayat korban terkubur di parit. Penemuan berkat pengakuan pelaku yang tertangkap," ungkap Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel Kompol I Putu Suryawan, Kamis (5/11).

 

Motif Pembunuhan

Putu menjelaskan, pembunuhan diduga dipicu kekesalan pelaku karena kerap disodomi korban. Pelaku diketahui merupakan anak buah korban yang membantunya bekerja sebagai pedagang sayur.

Kekerasan seksual itu juga dialami pelaku D yang kini masih diburu polisi. D dan FS akhirnya membunuh korban dengam cara mencekik dan menendang kemaluan korban.

"Setelah korban tewas, dibawa pakai mobilnya ke Ogan Ilir dan dikubur di sana," kata Putu.

Selanjutnya, polisi mengembangkan kasus ini untuk mengungkap keterlibatan pihak lain Putu memastikan proses hukum dilakukan secara transparan sehingga diketahui fakta sebenarnya.

"Kasusnya masih dikembangkan, baik kronologi maupun motif yang sebenarnya," kata Putu.

Rekomendasi