Ketiak Bocah SD Terkena Peluru Nyasar di Pasar Malam Kaliwungu

Kejadian bermula ketika korban sedang bermain di pasar malam letaknya di kompleks Brimob Batalyon A Pelopor Kaliwungu. Namun ketika asik bermain terkena luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama- Reporter
Ketiak Bocah SD Terkena Peluru Nyasar di Pasar Malam Kaliwungu
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

MTA, seorang siswa SD berusia 11 tahun dikabarkan mengalami luka tembak saat sedang asyik bermain ke pasar malam di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Akibat kejadian tersebut mengalami luka pada bagian ketiak bagian belakang kanan.

Paman korban, Mujiono mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke kantor polisi terdekat. "Sudah laporan ke pihak kepolisian," kata Mujiono, Kamis (5/11).

Dia berharap ada penyelidikan juga menelusuri dugaan keterkaitan kejadian yang dialami keponakannya itu dengan aktivitas penggunaan senjata api di lingkungan Brimob Kendal.

Kejadian bermula ketika korban sedang bermain di pasar malam letaknya di kompleks Brimob Batalyon A Pelopor Kaliwungu. Namun ketika asik bermain terkena luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Kita bawa ke rumah sakit, hasil rongsennya ada benda warna putih yang nyantol di ketiaknya. Kami minta kepolisian turun tangan mengatasi kejadian tersebut dengan transparan," tuturnya.

Mujiono berkata keponakannya itu sehari-hari merupakan siswa kelas 4 SD di Desa Protomulyo.

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban disebutkan bahwa MTA awalnya terasa pegal pada ketiaknya. Atas kejadian tersebut, keponakannya lalu dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut.

Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy mengakui sudah menyambangi lokasi kejadian di Mako Brimob Kaliwungu untuk melacak ke sejumlah anggota Brimob. Pihaknya juga sudah meminta keterangan para saksi. Utamanya juga berkoordinasi dengan RS Darul Istiqomah.

"Kami masih mendalami berbagai petunjuk guna memastikan penyebab rangkaian peristiwa yang menimpa korban," kata dia.

Rekomendasi