Setelah Uji DNA, Jenazah Korban Pembunuhan Dini Hardiyanti Tiba di Bogor

Ambulans membawa jenazah Dini Hardiyanti dan anaknya tiba di Megamendung usai identifikasi 15 fragmen tulang. Pemakaman digelar di Bogor.

Dicky Agung Prihanto
Oleh Dicky Agung Prihanto- Reporter
Setelah Uji DNA, Jenazah Korban Pembunuhan Dini Hardiyanti Tiba di Bogor
Jenazah Dini dan anaknya tiba di rumah duka di Bogor

Setelah proses identifikasi forensik rampung, RS Bhayangkara Surabaya Polda Jawa Timur membawa jenazah korban pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), ke rumah duka di Megamendung, Kabupaten Bogor. Ambulans yang mengantar kedua jenazah tiba pada Kamis (5/11/2026) pukul 03.20 WIB.

Sesampainya di rumah duka, warga dan keluarga yang telah menunggu mengusung peti berwarna putih ke dalam ruangan. Kedua korban sebelumnya meninggal secara tragis di tangan Dwi Bagus Martono (40) pada Selasa (20/10/2026).

Kuasa hukum keluarga, Ikbal Sermaf, menyebut pihak keluarga meminta pemakaman dilakukan di Bogor, daerah asal korban. "Kita bawa ke Bogor untuk kita makamkan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga yang ada di Bogor," ujar Ikbal di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (4/11/2026).

Ikbal memastikan akan mengawal langsung proses pemakaman dan mengapresiasi bantuan jajaran Polda Jatim dalam penanganan perkara, mulai dari identifikasi hingga serah terima jenazah kepada keluarga. "Peristiwa yang terjadi di Kota Madiun ini akhirnya menemukan jalannya. Kematian yang terjadi terhadap ibu dan anak sudah jelas berdasarkan pemeriksaan medis forensik," katanya.

Ia menambahkan, keluarga berharap pelaku dijatuhi hukuman maksimal. "Pada dasarnya tuntutan keluarga tetap pelaku dihukum seberat-berat mungkin. Maksimalnya harus hukuman seumur hidup atau mungkin hukuman mati," tutur Ikbal.

Sebelumnya, Polda Jatim menyerahkan jenazah setelah tim forensik menuntaskan uji kecocokan DNA secara ilmiah. Prosesi penyerahan dipimpin Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi bersama Direktur Reskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Sihombing, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, serta Karumkit Bhayangkara Surabaya Kombes Pol Bayu Dharma Shanti.

Kombes Pol Wahono Edhi menjelaskan, proses identifikasi membutuhkan ketelitian tinggi karena tim meneliti 15 fragmen tulang yang ditemukan penyidik di lokasi kejadian. Sebagian besar fragmen berukuran kecil sehingga identifikasi anatomi awal tidak memungkinkan tanpa pemeriksaan laboratorium lanjutan.

"Dari pemeriksaan menyeluruh, seluruh fragmen dipastikan merupakan tulang manusia dari dua individu berbeda. Melalui uji DNA menggunakan sampel pembanding keluarga, identitas kedua korban yakni seorang ibu dan anak akhirnya berhasil dipastikan secara mutlak," ujar Wahono, Kamis (5/11/2026).

Setelah prosedur forensik tuntas dan identitas terkonfirmasi secara hukum, kepolisian memfasilitasi pemulangan jenazah agar dapat segera dimakamkan oleh keluarga. "Polda Jatim turut menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa para korban," tambahnya.

Rekomendasi