Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan Saat Bersaksi di Sidang Roy Suryo

Jokowi memberikan kesaksian di PN Jaktim dalam perkara Roy Suryo, termasuk memaparkan riwayat pendidikannya dari SD hingga kuliah di UGM.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan Saat Bersaksi di Sidang Roy Suryo
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sidang Roy Suryo Cs terkait dugaan ijazah palsu dan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada hari ini, Kamis (5/11/2026) (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifauziah Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Dalam sesi pemeriksaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Jokowi membeberkan riwayat pendidikannya.

JPU lebih dulu menanyakan perjalanan pendidikan Jokowi dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

"Saudara Saksi, boleh diterangkan riwayat pendidikan Saudara Saksi dari SD sampai dengan perkuliahan?," tanya JPU.

Menanggapi hal itu, Jokowi merinci sekolah yang pernah ditempuh, mulai dari jenjang dasar hingga strata satu di Yogyakarta.

"SD saya di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta. Kemudian SMP di SMP Negeri 1 Kota Surakarta, kemudian SMA di SMA Negeri 6 Kota Surakarta dan kemudian melanjutkan S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yang Mulia," kata Jokowi.

JPU kemudian menggali lebih jauh mengenai pengalaman akademik Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM, termasuk apakah pernah mengambil mata kuliah pilihan tertentu.

"Di dalam Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, apakah saksi ada mengambil mata kuliah pilihan khusus? Seumpama kalau di Fakultas Hukum, ada perdata, ada pidana. Kalau di Fakultas Kehutanan ada enggak Saudara Saksi pernah mengambil mata kuliah pilihan?" tanya JPU lagi.

Jawaban Jokowi

Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menerangkan bahwa saat ia masuk Fakultas Kehutanan UGM belum ada pembagian jurusan formal. Namun, mahasiswa diberi keleluasaan memilih mata kuliah sesuai minat.

"Di Fakultas Kehutanan itu sejak saya masuk tidak ada yang namanya jurusan, tidak ada. Tetapi kami para mahasiswa itu diberikan pilihan untuk mengambil mata kuliah pilihan," kata Jokowi.

Ia menambahkan, pilihan mata kuliah itu membuat mahasiswa kemudian dikenal memiliki kecenderungan tertentu, misalnya ke arah teknologi kayu atau teknologi hasil hutan.

"Nah, di situlah kami ada yang menyebut, oh kamu di jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan," ujar Jokowi.
Rekomendasi