Siswi SMP di Banyuasin Dibully Teman Sekelas, Polisi Turun Tangan

Korban mendapat perlakuan kasar dari beberapa temannya. Dia dipukuli, dijambak, dan ditendang pelaku yang semuanya siswa.

irwanto
Oleh irwanto- Reporter
Siswi SMP di Banyuasin Dibully Teman Sekelas, Polisi Turun Tangan
Perundungan siswi SMP di Banyuasin. (merdeka.com/istimewa).

Kasus perundungan melibatkan pelajar di Sumatera Selatan kembali terjadi. Kali ini dialami seorang siswi Kelas VII di SMP Negeri 1 Rambutan, Banyuasin.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena video perundungan menyebar luas di media sosial. Polisi akhirnya turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.

Dari informasi dihimpun, perundungan terjadi di ruang kelas, Jumat (30/10) pukul 09.15 WIB. Saat itu, para siswa sedang santai pada jam istirahat.

Korban mendapat perlakuan kasar dari beberapa temannya. Dia dipukuli, dijambak, dan ditendang pelaku yang semuanya siswa.

Ironisnya, para siswa lain hanya menyaksikan saat perundungan terjadi. Mereka tidak berinisiatif melerai atau menyelamatkan korban.

"Benar, terjadi perundungan yang dialami siswi SMP oleh teman-temannya," kata Kasi Humas Polres Banyuasin Iptu Fisol, Selasa (3/11).

 

Kasus Berakhir Damai

Fisol menyebut kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak sekolah memanggil orangtua para siswa yang terlibat dalam memfasilitasi mediasi dan ditengahi anggota kepolisian.

Dalam mediasi itu disepakati masing-masing pihak tidak melanjutkan ke proses hukum. Mereka menandatangani surat kesepakatan berisi ancaman dikeluarkan dari sekolah jika kembali melakukan aksi serupa.

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak," kata dia.

Fisol menyebut kepolisian akan memberikan pemulohan sosial bagi korban perundungan agar psikologisnya tidak terganggu dalam waktu lama. Edukasi tentang perundungan juga makin digencarkan agar tidak terulang lagi, apalagi hanya masalah terbilang sepele.

"Ini kejadian kemarin karena selisih paham antar siswa," pungkasnya.

Rekomendasi