Kronologi Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Pengunjung Hilang

Dua warga tertimbun merupakan WNI dan WNA. Pencarian kedua korban masih dilakukan.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi- Reporter
Kronologi Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Pengunjung Hilang
Pencarian korban tertimbun tanah longsor di penginapan kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Badung, Bali, Senin (2/11). (Dokumentasi Polres Badung).

Dua orang tertimbun material longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, masih dilakukan pencarian tim gabungan.

Untuk salah satu korban diketahui bernama Bangkit Mubarok (30), seorang warga negara Indonesia (WNI). Sementara satu korban lainnya merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang identitasnya belum dapat dipastikan.

"Korban dua orang laki-laki penghuni room 6," kata Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11).

 

Pencarian korban tertimbun tanah longsor di penginapan kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Badung, Bali, Senin (2/11). (Dokumentasi Polres Badung).
Pencarian korban tertimbun tanah longsor di penginapan kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Badung, Bali, Senin (2/11). (Dokumentasi Polres Badung).

Kronologi longsor terjadi pada Minggu (1/11) sekitar pukul 23.00 WITA. Tanah longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Badung. Material longsor mengakibatkan bangunan glamping hanyut terbawa arus sungai.

"Dua orang dilaporkan belum ditemukan dan menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi lanjutan," ujar dia.

Kemudian operasi gabungan pencarian kepada dua korban dilakukan. Operasi ini melibatkan kekuatan gabungan sebanyak 123 personel dari berbagai instansi dan dibantu masyarakat.

Untuk lokasi kejadian berada di kawasan perbukitan dengan kondisi medan yang cukup berat dan berdekatan dengan aliran sungai. Material longsor masih menutupi sebagian akses jalan menuju lokasi kejadian sehingga mobilitas personel dan peralatan evakuasi memerlukan penanganan khusus.

"Kondisi cuaca dan perkembangan situasi di lapangan menjadi faktor penting dalam menentukan pola serta keamanan pelaksanaan pencarian. Seluruh personel diingatkan untuk mengutamakan keselamatan dan mewaspadai potensi longsor susulan maupun peningkatan debit air sungai," ujar dia.

 

Pencarian korban tertimbun tanah longsor di penginapan kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Badung, Bali, Senin (2/11). (Dokumentasi Polres Badung).
Pencarian korban tertimbun tanah longsor di penginapan kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat di Badung, Bali, Senin (2/11). (Dokumentasi Polres Badung).

Sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, sejak Minggu (1/11) malam, mengakibatkan tanah longsor yang menimbun satu unit tempat menginap di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, di Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Dua orang pengunjung diduga masih tertimbun material longsor dalam kejadian tersebut dan identitasnya belum diketahui. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/11) malam sekitar pukul 23:00 WITA.

Kepala Kantor SAR Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada Senin (2/11) pukul 06.10 WITA.

"Berdasarkan informasi yang diterima, pemilik glamping mencurigai terdapat dua orang pengunjung yang berada di dalam bangunan saat longsoran tebing menimbun tempat menginap tersebut," kata Sidakarya, Senin (2/11).

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pihak pengelola glamping bersama BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang. Namun, proses pencarian terkendala hujan lebat serta kondisi akses menuju lokasi yang curam sehingga upaya tersebut dihentikan sementara.

Selanjutnya, pihak pengelola Eco Park Pelaga Glamping Retreat melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar untuk meminta bantuan SAR. Menindaklanjuti laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan satu tim rescue dengan kekuatan sembilan personel menuju lokasi kejadian.

"Tim SAR akan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap dua orang yang diduga tertimbun material longsor dengan tetap memperhatikan kondisi medan serta faktor keselamatan personel di lapangan. Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung dan perkembangan operasi SAR akan disampaikan lebih lanjut," tandasnya.

Rekomendasi