AKBP Netty Rosdiana Siagian, perwira menengah Polwan kelahiran Medan pada 1970, mengumumkan pengunduran diri dari keanggotaan Polri.
Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @netty_diana, pada Sabtu (31/10/2026). Netty menyebut keputusan tersebut menyangkut prinsip dan hati nurani, diambil setelah pertimbangan matang, dan atas kemauan sendiri.
Dia juga menegaskan bahwa mundur bukan berarti kehilangan keberanian, melainkan upaya mempertahankan prinsip yang diyakini.
"Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tulis Netty dalam unggahannya.
Advertisement
Jejak Karier AKBP Netty di Korps Bhayangkara
Netty Rosdiana Siagian dikenal sebagai perwira Polwan dengan pengalaman lintas fungsi, mulai dari lalu lintas hingga reserse. Ia juga dipercaya memimpin beberapa kepolisian sektor di wilayah Jakarta.
Pada 2018, saat berpangkat Komisaris Polisi (Kompol), Netty ditugaskan sebagai Kapolsek Sunda Kelapa. Setelah itu, ia dipercaya menjabat Kapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat.
Di bidang lalu lintas, Netty pernah menjadi Kepala Unit Brigadir Motor (Kanit BM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Setelahnya, ia mengemban sejumlah posisi di lini administrasi dan reserse.
Netty dilaporkan pernah menjabat Kasubbagrenmin Bidang Hukum Polda Metro Jaya. Ia kemudian bertugas sebagai Penyidik Madya 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sejak September 2022.
Dalam perjalanan berikutnya, Netty menjabat Kabagrenmin Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Adapun jabatan terakhirnya adalah Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Advertisement
The Road Force Blue dan Rekor MURI
Di bidang lalu lintas, salah satu kiprah Netty tercatat melalui The Road Force Blue, kelompok Polwan bermotor yang dibentuk pada 2005 dengan anggota sekitar 25 hingga 30 personel.
Kelompok ini bertugas melakukan patroli dan pengawalan, termasuk pengawalan kenegaraan. Pada 2009, The Road Force Blue meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus rekor dunia sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama.
Dalam sejumlah penugasan, The Road Force Blue disebut pernah mengawal Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, serta prosesi pengawalan jenazah Hasri Ainun Habibie. Di luar kiprah kepolisian, Netty menerima penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dari Indonesia Award Magazine.
Advertisement
Pendidikan: Dari Unsri Hingga Doktor Ilmu Hukum
Netty menempuh pendidikan formal hingga jenjang doktoral. Ia merupakan lulusan SMA Plus Negeri 17 Palembang dan Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.
Ia memiliki gelar Sarjana Hukum (S.H.), Magister Manajemen (M.M.), dan Magister Hukum (M.H.). Netty juga meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Sriwijaya dengan predikat cumlaude.
Latar pendidikan tersebut melengkapi pengalamannya di kepolisian, khususnya dalam tugas-tugas yang berkaitan dengan hukum, administrasi, dan penyidikan.
Advertisement
Prosedur Mundur dari Polri dan Status AKBP Netty
Dalam unggahan Instagram, Netty menyebut 1 September 2026 sebagai tanggal pengakhiran masa dinas aktif yang diajukannya.
Tanggal itu merupakan waktu yang dimohonkan, bukan tanggal pemberhentian yang telah disahkan Kapolri.
Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia mengatur pemberhentian atas permintaan sendiri. Untuk anggota berpangkat AKBP atau lebih rendah, kewenangan pemberhentian berada pada Kapolri.
Hingga berita ini dimuat, Netty masih tercatat sebagai perwira menengah Polwan yang mengajukan pengunduran diri, belum resmi diberhentikan dari institusi Polri.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388085/original/026319800_1793598800-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_12.48.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206396/original/054853600_1666927511-kapolri-copot-kapolres-muara-enim-usai-dilaporkan-istri-berselingkuh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3604116/original/097565200_1634357608-243514748_277484497387686_8576906022593424939_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387994/original/025780300_1793594217-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_11.14.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387984/original/045685400_1793593582-IMG_20261102_101638_346.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387963/original/017125500_1793593175-1001414001.jpg)