Burung Hantu Jadi Andalan Baru Petani Lawan Hama Tikus

Ini adalah senjata alami lawan hama tikus yang selama ini jadi momok petani.

arie.sunaryo
Oleh arie.sunaryo- Reporter
Burung Hantu Jadi Andalan Baru Petani Lawan Hama Tikus
Lawan Tikus, PT JSN Bagikan Puluhan Rumah Burung Hantu untuk Petani Ngawi

Cara unik dilakukan PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) untuk membantu petani di sekitar tol. Bukan pupuk atau pestisida, perusahaan itu justru membangunkan rumah untuk burung hantu.

Sebanyak 20 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) disalurkan sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan diserahkan simbolis oleh Direktur Utama PT JSN Mery Natacha Panjaitan kepada Ketua Gapoktan 'Bangun Tani', Suyadi, di Balai Desa Bangunrejo Kidul, Selasa (20/10). Ini adalah senjata alami lawan hama tikus yang selama ini jadi momok petani.

"Melalui kegiatan TJSL ini, kami ingin menunjukkan kepedulian sekaligus mendukung keberlanjutan ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas para petani," ujar Mery.

Mery berharap 20 rumah itu menjadi tempat singgah dan berkembang biak burung hantu Tyto Alba, sang predator alami tikus sawah.

"Harapannya, 20 rumah burung hantu ini bisa menjadi rumah awal bagi burung hantu yang memang diharapkan semakin banyak di tengah-tengah sawah. Burung hantu ini nantinya menjadi alat bantu petani untuk membasmi hama tikus," jelasnya.

 

Lawan Tikus, PT JSN Bagikan Puluhan Rumah Burung Hantu untuk Petani Ngawi
Lawan Tikus, PT JSN Bagikan Puluhan Rumah Burung Hantu untuk Petani Ngawi

Program ini baru permulaan. Setelah Desa Bangunrejo Kidul, JSN akan melanjutkan bantuan serupa ke desa-desa lain di sepanjang jalur operasional tol Solo-Ngawi dalam dua bulan ke depan.

Langkah JSN ini disambut antusias Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi. Kepala DKPP Ngawi, Supardi, menyebut bantuan ini sangat dibutuhkan.

Pasalnya, Ngawi punya lahan pertanian seluas 49.715 hektare. Dengan kebutuhan ideal 1 Rubuha untuk setiap 5 hektare, Ngawi butuh ribuan rumah burung hantu. Sementara yang tersedia saat ini baru sekitar 20 persen.

"Kalau idealnya satu rumah burung hantu untuk lima hektare, dengan luas lahan pertanian Ngawi sekitar 49.715 hektare, tentu dibutuhkan ribuan rumah burung hantu," ungkap Supardi.

"Dengan adanya rumah burung hantu ini, kami berharap burung hantu bisa bersarang dan berkembang biak. Burung hantu merupakan pemangsa tikus, sehingga keberadaannya diharapkan dapat membantu menekan populasi hama tikus," pungkasnya.

Rekomendasi