Kegiatan bersih-bersih revitalisasi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mendadak mencekam, Selasa (20/10) sore. Sekitar pukul 15.00 WIB, abdi dalem menemukan benda berkarat tertimbun tanah di belakang Bangsal Marcukudo atau Panti Pidana. Bentuknya menyerupai granat manggis peninggalan perang.
Temuan itu langsung membuat geger. Laporan segera masuk ke layanan darurat 110 dan Polsek Pasar Kliwon.
Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko yang datang ke lokasi membenarkan temuan tersebut. "Petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut. Saat ini tengah dievakuasi," ujar Condro.
Polresta Surakarta tak ambil risiko. Tim Gegana Brimob Polda Jateng diterjunkan untuk menjinakkan benda berbahaya itu. Bahkan, polisi melakukan penyisiran dan sterilisasi di 13 titik lain di kompleks keraton untuk memastikan tidak ada granat lain yang masih terpendam.
Benda mencurigakan itu akhirnya diamankan Tim Gegana Brimob Batalyon C dan dibawa ke Mako Brimob Kompi 3 Gunung Kendil untuk didisposal atau dimusnahkan oleh teknisi bom.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379329/original/048665500_1792588688-IMG-20261020-WA0089.jpg)
Kerabat Keraton KPH Eddy Wirabhumi dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton menjelaskan, lokasi penemuan memang bukan tempat biasa. Panti Pidana dulunya adalah penjara internal keraton untuk keluarga yang melanggar aturan, yang kemudian beralih fungsi menjadi gudang perlengkapan prajurit.
Tak heran, selain granat, di lokasi itu juga ditemukan benda-benda kuno lain seperti masker tua, alat pemadam api lawas, hingga peluru zaman perang.
"Sebagian besar perlengkapan perang keraton dulu diserahkan untuk perjuangan kemerdekaan. Yang masih tersimpan ini belum teridentifikasi. Saya sudah minta Pak Kapolres agar dibantu Jihandak untuk menetralisasi barang-barang di situ, karena masih ada yang berbahaya," ujar KPH Eddy.
Ia menyebut penemuan ini menjadi pengingat penting di tengah penataan keraton dan rencana pengembangan museum baru. Benda-benda temuan akan diverifikasi untuk literasi sejarah, setelah dipastikan aman.
Kapolresta pun mengimbau abdi dalem dan pekerja revitalisasi agar tidak menyentuh atau memindahkan jika menemukan benda mencurigakan lagi. Segera menjauh dan lapor polisi lewat 110.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379328/original/046191100_1792588688-IMG-20261020-WA0090.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379325/original/015106400_1792588457-IMG-20261020-WA0070.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377042/original/022257900_1680153407-ilustrasi_mayat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379317/original/038061700_1792587681-IMG-20261021-WA0375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530864/original/019695200_1773496477-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379315/original/034003300_1792587427-IMG-20261020-WA0027.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379310/original/086390800_1792587053-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.19.22.jpeg)