Jejak Misi Perdamaian Polri di Afrika Tengah, Jaga Capres hingga Ibu-Ibu

Satgas FPU 7 Minusca ditunjuk mengamankan capres-cawapres di Republik Afrika Tengah sambil melaksanakan misi kemanusiaan. Polri kirim FPU 8 untuk melanjutkan.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Jejak Misi Perdamaian Polri di Afrika Tengah, Jaga Capres hingga Ibu-Ibu
Polri Beberkan Tugas Satgas FPU 7 Minusca di Afrika Tengah

Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas pengamanan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Republik Afrika Tengah dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepala Biro Misi Internasional (Karomisinter) Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol. Tommy Wibisono mengatakan, penugasan tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap personel Indonesia di tengah keterlibatan kontingen dari berbagai negara.

“Banyak kontingen dari beberapa negara yang ada di sana, tetapi luar biasanya kontingen Indonesia yang ditunjuk sebagai pengamanan daripada presiden dan wakil presiden para calon yang akan election,” ujar Tommy di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Selain menjalankan tugas pengamanan di tengah dinamika politik dan keamanan setempat, personel Satgas FPU 7 juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Anggota polisi wanita (Polwan), misalnya, turut memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak-anak.

“Para Polwan kita jumlahnya juga ada satu peleton itu turun ke ibu-ibu, ke anak-anak. Jadi, kita melakukan misi-misi kemanusiaan,” kata Tommy.

Setelah menjalankan tugas selama satu tahun, Satgas FPU 7 Minusca telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Untuk melanjutkan misi perdamaian di Afrika Tengah, Polri mengirimkan Satgas FPU 8 Minusca.

Tommy memastikan Polri akan terus berpartisipasi dalam misi perdamaian internasional. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PBB agar kontingen Indonesia dapat dilibatkan dalam misi baru di wilayah lain.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan United Nations bahwa kita berharap nanti ada misi baru, ada di wilayah baru, kontingen Indonesia bisa dilibatkan di misi-misi perdamaian dunia,” ucapnya.

Tommy menambahkan, penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo Subianto kepada personel satgas diharapkan menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Apalagi dengan kebijakan Bapak Kapolri yang baru bahwa 'Polisi Bersama Masyarakat' sudah luar biasa. Dalam negeri kita bersama masyarakat, di luar negeri kita juga bersama masyarakat dunia,” pungkas Tommy.

 

Awal Tanggung Jawab Baru

Wahyu menegaskan kepulangan Satgas FPU 7 Minusca bukan penutup pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab berikutnya.

"Jadikan pengalaman dan pembelajaran selama penugasan sebagai sumber semangat untuk terus menjadi teladan dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara," katanya.

Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada 140 personel yang telah menuntaskan amanah dengan profesional dan sungguh-sungguh.

"Polri bangga memiliki kalian. Indonesia bangga memiliki kalian. Selamat kembali ke tanah air. Selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta," tutup Wahyu.

Dalam upacara tersebut, personel Satgas Garuda Bhayangkara FPU 7 Minusca menerima tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan tugas kepolisian internasional di luar negeri dengan disiplin dan tanggung jawab.

Rekomendasi