Direktur Utama (Dirut) PT. Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri berjanji, antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU di Pulau Bali, tidak akan terulang kembali.
Hal tersebut, disampaikan Simon saat konferensi pers usai melakukan rapat koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Gubernur Bali, Wayan Koster dan jajaran lainnya di depo atau Terminal BBM Pesanggaran Pertamina, di Kota Denpasar, Bali, Senin (19/10).
Simon juga meminta maaf atas kondisi yang terjadi di Bali beberapa hari terakhir.
"Saya atas nama Pertamina Grup sebagai direktur utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," kata Simon.
"Dengan demikian Pertamina akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat Bali. Dan tentunya kepada seluruh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," lanjutnya.
Dia juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh semua pihak khususnya dalam hal ini Gubernur Bali beserta seluruh jajaran Pemprov Bali dan seluruh Forkopimda.
"Support yang diberikan selama masa pemulihan pasca antrean BBM di wilayah Bali," ujarnya.
Dia menyadari, kebutuhan BBM sangat krusial untuk denyut nadi dari perekonomian. Khususnya di Pulau Bali. Penggerak bisnis di sektor pariwisata, membantu UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya.
"Dengan demikian, kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar supaya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di masa mendatang. Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih atas support, atas pengertian, atas kesabaran dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Bali kepada Pertamina," ujarnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377042/original/091225500_1792402447-1001384786.jpg)
Advertisement
Sistem Ganjil Genap
Gubernur Bali, Wayan Koster akan memperpanjang penerapan sistem ganjil genap untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga pembatasan kuota pengisian BBM hingga 23 Oktober 2026.
Untuk diketahui, awalnya penerapan sistem ganjil-genap dimulai pada Sabtu 17 Oktober 2026 sampai dengan Senin 19 Oktober 2026.
"Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil-genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambah mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti. Tapi kalau sudah bagus, sebelum itu, kita akan evaluasi kembali," kata Gubernur Koster, saat melakukan konferensi pers usai rakor di di depo atau Terminal BBM Pesanggaran Pertamina, di Kota Denpasar, Bali, Senin (19/10).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377041/original/032276700_1792402447-1001384785.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8069661/original/073738100_1780914672-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312857/original/083718200_1785564319-hut2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371270/original/092807600_1791781012-IMG-20261012-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377027/original/077336600_1792401442-IMG-20261019-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377006/original/045785900_1792400640-1001384764.jpg)