Warga 2 Desa Bentrok Dipicu Sindiran di Medsos, Bapak dan 2 Anaknya Tewas

Bentrokan warga dari dua desa tersebut dilatarbelakangi saling sindir di media sosial gara-gara suatu postingan. Warga dari dua desa sudah bersepakat untuk bertemu dan terjadilah saling serang.

irwanto
Oleh irwanto- Reporter
Warga 2 Desa Bentrok Dipicu Sindiran di Medsos, Bapak dan 2 Anaknya Tewas
Warga di dua desa di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terlibat bentrok hingga menyebabkan tiga orang tewas. (istimewa)

Bentrokan pecah antara dua warga di dua desa di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Tiga orang tewas dan dua lainnya ditetapkan tersangka.

Ketiga korban tewas terdiri dari bapak dan dua anaknya, yakni W (50), DP (30) dan F (18). Sementara dua korban kritis berasal dari pihak lawan yang juga terdiri dari ayah dan anak, yakni NZ (50) dan DN (20).

Peristiwa itu bermula dari saling sindir antar warga dari Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung yang masuk dalam Kecamatan Tanjung Lubuk, di media sosial. Perdebatan berlanjut ke obrolan melalui WhatsApp hingga disepakati kedua kelompok bertemu di Pasar Tanjung Lubuk, Kamis (15/10) malam.

Puluhan warga dari Desa Bumi Agung menuju lokasi yang ditentukan menggunakan sepeda motor. Sementara kelompok dari Desa Jambu Ilir menggunakan tiga unit mobil. Dalam perjalanan, mobil dari kelompok Desa Jambu Ilir menabrak rombongan pengendara sepeda motor dari Desa Bumi Agung.

Kejadian tersebut kemudian memicu perselisihan antara kedua kelompok dan akhirnya bentrokan pecah. Kedua belah pihak baru membubarkan diri setelah polisi datang ke lokasi.

Kasi Humas Polres OKI Iptu Hendi Yusrian mengungkapkan, bentrokan dipicu unggahan salah seorang warga di TikTok yang memancing emosi warga dari desa lain dua hari sebelum kejadian. Perselisihan akhirnya melibatkan banyak orang dari masing-masing desa. Hingga akhirnya mereka janjian bertemu di suatu tempat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekerasan.

"Bentrokan warga dari dua desa tersebut dilatarbelakangi saling sindir di media sosial gara-gara suatu postingan. Warga dari dua desa sudah bersepakat untuk bertemu dan terjadilah saling serang," ungkap Hendi, Senin (19/10).

Para korban tewas telah dimakamkan di tempat tinggalnya. Sementara dua korban luka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit telah ditetapkan tersangka.

"Situasi di dua desa itu kondusif, tiga jenazah korban telah dimakamkan. Tapi kami masih melakukan pengawasan agar tidak terjadi bentrokan susulan," kata dia.

Rekomendasi