Blak-blakan Febrie: Saya Yakin Presiden Dapat Masukan Salah Atas Perkara Ini

Dia membantah soak kepemilikan emas, punya usaha tambang hingga minta proyek ke pemerintah.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Blak-blakan Febrie: Saya Yakin Presiden Dapat Masukan Salah Atas Perkara Ini
Febrie Adriansyah (Foto: Dimas/Liputan6.com)

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah kembali menjawab sejumlah tudingan yang dialamatkan padanya. Mulai dari kepemilikan 74 kg emas batangan hingga disebut minta proyek ke pemerintah.

Dia berkeyakinan perkara yang dituduhkan padanya tidak benar. Dia juga meyakini para juniornya akan melihat persoalan ini dengan sebenar-benarnya.

"Saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini. Dan mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar akan terus bela kepentingan rakyat dan bangsanya untuk menuju kemakmuran rakyat. Itu saja, ya," ujar Febrie usai pelimpahan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (18/9/2026).

Febrie Adriansyah kembali membantah barang bukti emas 74 kilogram yang dikaitkan dengan kasus dugaan pemerasan dan TPPU yang menjeratnya bersama Don Ritto dan Nurman Herin.

"Itu (kepemilikan emas 74 kg) kan sudah diperiksa. Dan saya juga minta itu di-clear-kan. Siapa yang punya, apakah keterkaitan dengan saya, itu kan sudah diberikan penjelasan kepada tim penyidik," kata Febrie di Kejari Jakarta Selatan.

"Oleh karena itu saya berharap nanti, ya, agar hakim dapat melihat ini dengan jernih," jelas dia.

Tak Punya IUP, Tak Minta Proyek

Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan tidak pernah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) maupun meminta proyek kepada pemerintah.

"Saya tidak punya IUP tambang. Saya tidak pernah minta proyek pemerintah. Saya tidak pernah punya konsesi sawit. Saya tidak pernah minta kuota impor," ucapnya.

Menurutnya, data perkara di lingkungan Jampidsus Kejagung tersimpan di Gedung Bundar dan dapat mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

"Siapa yang terlibat di situ? Gedung Bundar ada database-nya," ujar dia.

Rekomendasi