Video sejumlah atlet tuna rungu melakukan penggalangan dana di jalanan untuk mengikuti kejuaraan internasional viral dan memicu banyak komentar. Tak sedikit menyudutkan pemerintah dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) karena dianggap tidak membantu.
Menanggapi hal itu, National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) angkat bicara. Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun menegaskan komitmennya bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI untuk membina olahraga prestasi penyandang disabilitas secara akuntabel dan tepat sasaran.
"Penegasan ini menanggapi perhatian publik terkait inisiatif penggalangan dana oleh sejumlah atlet disabilitas rungu atau tuli untuk mengikuti kejuaraan internasional," kata Senny di Solo, Senin (31/8).
Advertisement
Kejuaraan Internasional Harus Lewat Konsolidasi
Wakil Sekjen NPC Rima Ferdianto menjelaskan, keikutsertaan kontingen Indonesia di kejuaraan internasional tidak bisa dilakukan perorangan. Semua harus melalui proses perencanaan dan review bersama Kemenpora terlebih dahulu.
"Selama ini, penentuan kejuaraan yang diikuti kontingen membutuhkan konsolidasi dan perencanaan yang matang antara organisasi pembina dengan Kemenpora," ujar Rima.
Keikutsertaan itu, menurut dia, juga bagian dari rangkaian tryout pemusatan latihan nasional menuju Paralimpiade. Tujuannya untuk mengumpulkan poin demi memenuhi syarat kualifikasi.
Advertisement
Atlet Tuli Harus Bernaung di Organisasi Resmi ICSD
Soal khusus pembinaan atlet disabilitas rungu/tuli, Rima menekankan satu hal penting terkait status keanggotaan di International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).
"Status keanggotaan ICSD merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk mengirimkan kontingen ke ajang internasional olahraga tuli yaitu Deaflympics," tegas dia.
Sebagaimana NPC Indonesia bernaung di bawah IPC, APC, dan APSF, maka pembinaan olahraga prestasi tuna rungu di Indonesia juga seharusnya bernaung pada organisasi yang diakui oleh ICSD.
"Sahabat atlet Tuli yang ingin berprestasi di kancah olahraga tidak perlu khawatir. Pemerintah melalui Kemenpora sangat berkomitmen mendukung kemajuan dan prestasi olahraga disabilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Rima.
Dikatakan Rima, NPC mengajak para atlet tuna rungu untuk segera berhimpun di bawah naungan organisasi resmi diakui keanggotaannya. Dengan begitu, persiapan teknis hingga kebutuhan fasilitas bisa dikoordinasikan secara terstruktur bersama Kemenpora.
"Langkah-langkah administratif dan konsolidasi perlu segera dituntaskan bersama agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di ruang publik," ujar dia.
NPC Indonesia juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan Kemenpora terhadap ekosistem olahraga disabilitas nasional.
"Dukungan pemerintah dinilai menjadi pondasi utama dalam menjamin kesetaraan hak keolahragaan bagi seluruh atlet disabilitas tanah air," pungkasnya.