Polda Metro Jaya menangkap 65 orang menjelang aksi Demo 27 Agustus 2026 yang digelar hari ini, Kamis (27/8/2026).
Penindakan dilakukan sebagai respons atas potensi gangguan keamanan selama aksi.
Dari total tersebut, 63 orang diamankan oleh Ditreskrimum dan dua orang lainnya oleh Ditressiber.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin memaparkan pembagian peran para terduga pelaku yang ditangkap.
"Dalam hal ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 63 orang, terdiri dari 10 orang klaster pembiayaan dan 53 orang klaster pelaksana," kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Iman menyebut kelompok ini membangun konsolidasi dan menyusun narasi yang diduga terafiliasi dengan kelompok anarko.
Dalam tahap lanjutan, narasi diperkuat sembari melakukan penggalangan dana dan menyiapkan materi sebaran.
"Para pelaku mulai menggulirkan isu kepada publik dalam bentuk pelaksanaan penyebaran flyer-flyer provokatif, serta mengundang elemen-elemen lain untuk melakukan amplifikasi, melakukan aksi, menyebarkan isu, dan mengumpulkan pergerakan-pergerakan," jelas Iman.
Ia menambahkan, mobilisasi massa diduga dilakukan secara bertahap dan terstruktur dengan memanfaatkan beragam platform media sosial serta aplikasi komunikasi digital.
Hingga kini, polisi masih memeriksa dan menelusuri keterangan para pihak, termasuk melalui komunikasi, transaksi keuangan, serta bukti-bukti lain.
Advertisement
Preventive Strike Jelang Demo 27 Agustus
Iman menegaskan langkah Polda Metro Jaya merupakan bagian dari preventive strike, yakni tindakan pencegahan dini untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat saat aksi berlangsung.
"Kepolisian tetap menghormati hak asasi manusia, hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh peraturan perundang-undangan," tegasnya.
Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait, termasuk senjata tajam dan perlengkapan airsoft gun.
- 39 pucuk/unit senjata tajam
- Dua pucuk airsoft gun
- Satu tabung gas untuk airsoft gun
- 25 gram gotri untuk airsoft gun
- Tiga buah stik golf
- Tujuh jeriken berisi bahan bakar bensin
- 201 botol kaca berikut sumbu
- Satu unit toa
- Satu buah pilok
- 11 tas ransel yang diduga akan digunakan untuk membawa molotov saat pelaksanaan aksi
- Empat buah banner
- Empat strip Tramadol
- Empat strip Diazepam