KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Kamis (20/8/2026) di Purwokerto.
Dua pejabat kampus yang diamankan adalah Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayogo. Dalam operasi itu, penyidik juga menyita uang tunai.
Berdasarkan laman Unsoed, Prof Noor Farid berlatar belakang keilmuan pertanian, khususnya agronomi dan pemuliaan tanaman. Ia meraih gelar sarjana (S1) Agronomi di Universitas Jenderal Soedirman, lalu menyelesaikan S2 dan S3 bidang Pemuliaan di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dalam karier akademiknya, Noor Farid menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Dosen Teladan III Tingkat Fakultas serta Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun.
Adapun Prof Norman Arie Prayogo memiliki kepakaran di bidang perairan, biologi, dan bioteknologi. Ia lulus S1 Manajemen Sumberdaya Perairan dan S2 Biologi dari Unsoed, kemudian menempuh pendidikan doktoral (S3) Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada.
Norman tercatat meraih Beasiswa Habibie Center pada 2008–2011, Beasiswa DIKTI Sandwich pada 2010, serta predikat cum laude saat menamatkan S2 di Unsoed pada 2008 dan S3 di UGM pada 2012. Pada 2018, ia dianugerahi penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Universitas Jenderal Soedirman.
Dalam kiprahnya di kampus, sejumlah capaian yang dikaitkan dengan kepemimpinannya antara lain pertumbuhan jumlah program studi dari sekitar 84 menjadi 105 prodi dan peningkatan akreditasi institusi menjadi Unggul. Ia juga mendorong penguatan riset di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang mendukung isu kedaulatan pangan nasional.
Pada masa jabatannya, Unsoed menambah guru besar di berbagai bidang serta mengakselerasi program internasionalisasi, termasuk akreditasi program studi oleh lembaga internasional seperti ASIIN dan FIBAA, serta perluasan kerja sama luar negeri.