Di UIN Sunan Kudus, Nasaruddin Umar Ditanya Soal Bursa Ketum PBNU

Menag Nasaruddin Umar ditanya soal peluang maju Ketum PBNU saat kunjungan ke UIN Sunan Kudus. Muktamar ke-35 NU kian dekat. Ini sikap PCNU Kudus.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono - Reporter
Di UIN Sunan Kudus, Nasaruddin Umar Ditanya Soal Bursa Ketum PBNU
Menteri Agama Nasarudin Umar memberi motivasi ribuan mahasiswa baru UIN Sunan Kudus. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) jelang Muktamar ke-35 kian menghangat. Nama Menteri Agama, Nasaruddin Umar, ikut disebut sebagai kandidat. Namun saat disodori pertanyaan wartawan sebelum memberikan kuliah umum di UIN Sunan Kudus, Kamis (20/8/2026), ia memilih tidak menanggapi.

Sikap diam itu muncul ketika awak media menanyakan peluangnya maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Tidak ada jawaban maupun pernyataan yang disampaikan terkait kemungkinan dirinya ikut bersaing.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Forum tertinggi NU tersebut diperkirakan menjadi ajang persaingan sejumlah tokoh untuk memperebutkan posisi puncak PBNU.

Nasaruddin Umar di Peta Kandidat PBNU

Nama Nasaruddin Umar turut mencuat dalam perbincangan bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar 2026.

Dari Jawa Tengah, ada beberapa nama yang dinilai kuat dalam radar bursa kandidat, yakni KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dan Ketua Umum PBNU saat ini, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Selain itu, bursa juga diwarnai nama KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam). Komunikasi dengan struktur NU di berbagai daerah disebut menjadi bagian penting dalam membangun dukungan sebelum muktamar digelar.

PCNU Kudus Belum Menetapkan Pilihan

Di tengah dinamika tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus menyatakan belum menentukan nama yang akan didukung pada Muktamar NU 2026. Wakil Ketua PCNU Kudus, Kisbiyanto, menyebut komunikasi dengan para kandidat masih berjalan.

"PCNU Kudus belum menentukan dukungan. Nanti ada waktunya sendiri. Jadi semua calon sekarang sedang komunikasi dengan semua cabang di Indonesia dan nanti kami ada penilaian," ujar Kisbiyanto.

Menurut Kisbiyanto, sejumlah kandidat sudah menjalin komunikasi dengan PCNU Kudus. Setiap komunikasi akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan organisasi diambil melalui musyawarah.

"Misal ada calon yang komunikasi nanti dinilai, dimusyawarahkan. Nanti ada keputusan resmi dari cabang Kudus akan memilih ini. Tapi itu belum ditentukan secara pasti kepada siapa pilihan itu akan dijatuhkan," tuturnya.

Ia mengungkap ada tiga tokoh dari Jawa Tengah yang paling intens berkomunikasi dengan PCNU Kudus, yakni Gus Yusuf, Gus Rozin, dan Gus Yahya yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

"Paling intens komunikasi di Kudus, tidak menutup mata bahwa calon dari Jawa Tengah paling intensif tiga itu, Gus Yusuf, Gus Rozin sama Ketua Umum yang masih menjabat," katanya.

Faktor kedekatan wilayah disebut membuat pertemuan, diskusi, dan komunikasi lebih mudah dilakukan. Meski demikian, PCNU Kudus menegaskan belum mengunci dukungan kepada kandidat tertentu dan tetap membuka ruang yang sama bagi seluruh calon.

"Jadi kami fair saja. Memang namanya kedekatan daerah itu memengaruhi intensitas untuk ketemu, berdiskusi, menjalin komunikasi. Memang faktanya seperti itu," tandasnya.
Rekomendasi