Pelarian bandar narkoba Basri Lewaimang berakhir di Malaysia. Buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Bareskrim Polri itu ditangkap di Johor Bahru sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia. Ia juga diduga menjadi koordinator tempat hiburan malam (THM) Planet di Batam, Kepulauan Riau.
Penangkapan Basri merupakan hasil kerja sama lintas negara antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol setelah keberadaannya terendus di Malaysia.
Basri disebut tidak melakukan perlawanan saat diamankan dan langsung bersikap kooperatif. "Tidak ada perlawanan, kooperatif," kata Drago kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Advertisement
Jejak Pelarian ke Malaysia dan Data Perlintasan
Polisi menyebut Basri melarikan diri ke Malaysia setelah penindakan terhadap jaringan narkoba pada 10 Agustus 2026.
Dari data perlintasan, ia tercatat menyeberang menggunakan feri ke Malaysia pada 11 Agustus sekitar pukul 16.43. "Penindakan itu dilaksanakan tanggal 10 Agustus. Dari data perlintasan, sekitar tanggal 11 Agustus jam 16.43 itu menyeberang menggunakan feri," jelas Drago.
Meski waktu keberangkatan terpetakan, lokasi persembunyian Basri selama di Malaysia masih ditelusuri. "Sementara nanti kita tanyakan pada saat pemeriksaan," ujarnya.
Advertisement
Barang Bukti: Alat Komunikasi, Uang Tiga Mata Uang, dan Catatan
Saat penangkapan, polisi menyita dua alat komunikasi dari tangan Basri. Selain itu, turut diamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.
Petugas juga menemukan tiga rangkap catatan yang diduga berisi rekapan narkotika.
Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Advertisement
Status DPO Bandar Narkoba Basri Lewaimang dan Kaitan THM Batam
Basri sebelumnya ditetapkan sebagai DPO Dittipidnarkoba Bareskrim Polri setelah polisi membongkar dugaan peredaran narkoba yang berkaitan dengan sejumlah tempat hiburan malam di Batam.
Usai penangkapan di Johor Bahru, Basri akan menjalani pemeriksaan secara intensif. Penyidik juga akan mendalami perannya dalam jaringan peredaran narkoba yang diduga beroperasi di sejumlah THM di Batam.
"Pasti, pasti," tegas Drago.