Rangkaian tradisi Miyos (keluar) Gamelan Sekaten 2026 di Bangsal Pagongan, kawasan Masjid Agung Karaton Surakarta, Rabu (19/8) diwarnai kericuhan. Adu mulut hingga aksi saling dorong terjadi antara dua kubu Keraton Surakarta.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan bermula sekitar pukul 11.00 WIB. GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani bersama sejumlah orang berusaha merangsek masuk ke Bangsal Pagongan, tempat gamelan Sekaten akan dibunyikan.
Selain GKR Timoer, BRM Yudistira juga terlihat di lokasi. Yudistira sempat berteriak-teriak dan berupaya bergerak ke arah Bangsal Pagongan. Situasi memanas ketika terjadi saling dorong di pintu masuk bangsal. Dalam insiden tersebut, Abdi Dalem Pejagen yang berada di dalam Bangsal Pagongan diduga mengalami pemukulan.
Advertisement
Dua Kubu Saling Klaim
Sebelumnya, sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan Keraton Surakarta versi Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi telah mengeluarkan gamelan dari kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat menuju Bangsal Pagongan. Pengeluaran gamelan itu sebagai penanda dimulainya rangkaian Sekaten 2026.
Namun kubu lain menolak. GKR Timoer yang mewakili PB XIV Purboyo menyebut pengambilan gamelan itu tidak sah.
"Yang jelas mengambil gamelan tanpa seizin Sinuhun (PB XIV Purboyo) itu aja," kata GKR Timoer kepada awak media di Masjid Agung.
Dalam video yang beredar di akun @seputar_surakarta, terlihat GKR Timoer adu mulut dengan sejumlah pria berbaju batik yang berjaga di kawasan Masjid Agung. Dia bahkan sempat hendak memaksa masuk ke Bangsal Pagongan namun terhalang. GKR Timoer juga mengaku sempat terjatuh saat kejadian.
"Nggak usah, saya nggak mau ramai," kata GKR Timoer singkat saat ditanya lebih lanjut.
Advertisement
Kubu Hangabehi Klaim Sudah Ada Izin
Berseberangan, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat LDA, KPH Eddy Wirabhumi menegaskan bahwa pelaksanaan Sekaten sudah mendapat izin dari PB XIV Mangkubumi (Hangabehi).
"Lha kami seluruh rangkaian acara sekaten kita selenggarakan bersama-sama Sinuhun (PB XIV Mangkubumi) juga instansi terkait," ujar Eddy.
Eddy juga mengaku sempat melerai kericuhan tersebut. Menurutnya, PB XIV Mangkubumi sedianya hendak hadir namun urung.
"Tadi Sinuhun mau hadir sebenarnya. Nanti cari waktu yang pas," pungkasnya.
Kericuhan ini menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah salah satu tradisi paling sakral Keraton Surakarta. Miyos Gamelan Sekaten merupakan pembuka rangkaian Sekaten 2026 di Bangsal Pagongan, Masjid Agung.