Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kemunculan baliho bergambar Presiden Prabowo Subianto yang berkibar di udara saat upacara HUT ke-81 RI di kawasan Istana.
Menurutnya, pengibaran baliho itu merupakan bentuk ucapan terima kasih dari TNI atas penguatan alat utama sistem senjata (alutsista) pada masa kepemimpinan Prabowo, baik sebagai Presiden maupun ketika menjabat Menteri Pertahanan pada 2019–2024.
"Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah, meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan, kita benar-benar memperkuat alutsista kita," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks parlemen, Rabu (19/8/2026).
Ia juga menyoroti atraksi terjun para prajurit, yang menurutnya tidak mudah dan layak diapresiasi.
"Itu lho yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," kata Prasetyo.
Prasetyo menyebut TNI menilai pengadaan sejumlah alutsista sangat berguna bagi Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire). Kapabilitas itu membantu mobilisasi peralatan dan bantuan saat terjadi bencana.
Ia mencontohkan pengiriman logistik ke wilayah terdampak bencana di berbagai daerah, termasuk ke Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja diguncang gempa, serta penanganan bencana di Sumatra.
"Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," katanya.
Advertisement
Victory Jump
Diketahui, pengibaran baliho bergambar Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta.
Baliho berukuran raksasa itu dibentangkan di udara melalui atraksi terjun payung Victory Jump dari ketinggian sekitar 10 ribu kaki.
Dalam aksi tersebut, para penerjun payung TNI membentangkan foto Presiden Prabowo Subianto ketika melayang di langit.