Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), dan memicu terjadinya tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gelombang tsunami terdeteksi di Maurole, Kabupaten Ende, serta beberapa titik lain di NTT. Informasi resmi disampaikan melalui akun X BMKG pada Sabtu (15/8/2026).
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa kuat tersebut.
Advertisement
Rincian Ketinggian Gelombang di Titik Pantau NTT
BMKG melalui akun X merinci ketinggian gelombang dan waktu pengamatannya di beberapa lokasi pesisir Nusa Tenggara Timur.
"Tsunami di Maurole (05.27 WIB) 0,94 meter," kata BMKG melalui akun X, Sabtu (15/8/2026).
Dalam pembaruan berikutnya, lembaga tersebut mencatat gelombang di tiga titik lain di NTT.
"Tsunami telah terdeteksi di Kawapante (05.16 WIB) 0,38m, Flores Timur (05.24 WIB) 0,25m, Bakalang (05.41 WIB) 0,14 m," tulis BMKG.
Sebelumnya, tsunami sekitar 0,3 meter juga terdeteksi di Labuan Bajo.
Advertisement
Peringatan Tsunami dan Kanal Informasi Resmi BMKG
Peringatan dini tsunami dikeluarkan BMKG setelah gempa kuat mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Informasi dan pembaruan resmi disampaikan melalui akun X BMKG pada Sabtu (15/8/2026).
Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi BMKG serta otoritas setempat.