Indonesia, melalui Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyatakan dukungannya terhadap penguatan aturan perdagangan global yang adil dan transparan dalam pertemuan BRICS di Jaipur, India. Pernyataan ini disampaikan pada sesi penutupan hari Jumat, 9 Agustus 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mendorong sistem perdagangan multilateral yang lebih inklusif, terbuka, transparan, dan merata. Tujuannya adalah agar sistem tersebut mampu beradaptasi dengan dinamika perdagangan global yang terus berubah.
Indonesia juga menekankan pentingnya peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Selain itu, kerja sama konkret antarnegara BRICS dianggap vital untuk pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Sistem Perdagangan Multilateral
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pencapaian tujuan perdagangan yang adil memerlukan WTO yang tetap “kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global”. Pada saat yang sama, sangat penting bagi negara-negara BRICS untuk terus mengejar kerja sama konkret yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.
Salah satu prioritas utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penguatan perdagangan multilateral, dengan menjaga WTO sebagai inti sistem. Agenda ini juga mencakup kemajuan prioritas pembangunan, perlakuan khusus untuk negara-negara berkembang, dan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.
Advertisement
Dukungan untuk UMKM Global
Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif BRICS untuk memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini bertujuan untuk membantu UMKM berekspansi secara global melalui pembiayaan yang lebih mudah diakses.
Salah satu usulan konkret adalah mekanisme diskon faktur BRICS yang dirancang untuk meningkatkan akses UMKM terhadap modal kerja dan mendukung penjualan internasional mereka. Pendekatan ini penting untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, dengan harapan kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata.
Advertisement
Rantai Pasok Global dan Transformasi Digital
Prioritas ketiga yang dibahas mencakup rencana kerja mengenai pemahaman bersama BRICS tentang rantai nilai global. Ini termasuk digitalisasi dokumen, konektivitas yang lebih kuat, zona ekonomi khusus, dan langkah-langkah peningkatan kapasitas industri.
Selain itu, Indonesia juga mendukung upaya BRICS dalam memperkuat rantai pasok dan mempercepat transformasi digital, khususnya di negara-negara berkembang.
Advertisement
Prinsip Layanan Digital Lintas Batas
Agenda keempat berfokus pada prinsip-prinsip BRICS untuk layanan lintas batas yang disampaikan secara digital. Tujuannya adalah untuk mencari hubungan perdagangan yang lebih dalam sekaligus memperluas keterampilan digital.
Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat ekonomi negara-negara berkembang melalui partisipasi yang lebih besar dalam perdagangan digital. Posisi Indonesia ini mencerminkan upaya luasnya untuk menggunakan kerja sama BRICS guna mendukung ekonomi berkembang sambil mempertahankan sistem perdagangan terbuka dan berbasis aturan yang berpusat pada WTO.
Sumber: AntaraNews
Advertisement