Seorang marbot Masjid Al-Muhajirin di Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, berinisial AS (65) dibunuh pada Kamis (6/8). Korban dibunuh pria berinisial FS (35). Dia dibunuh menggunakan senjata tajam ketika hendak mengumandangkan azan Zuhur di masjid.
"Korban hendak ke masjid untuk melaksanakan azan. Namun pada saat membuka pagar, si pelaku datang dari belakang. Dari belakang tanpa ngomong apa pun langsung melakukan penganiayaan menggunakan benda tajam," kata Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, saat ditemui di Polda Jabar pada Jumat (7/8).
Febri mengatakan korban dan pelaku saling mengenal. Aksi pembunuhan itu dipicu pelaku yang merasa sakit hati karena korban acap kali menghina dengan menyinggung kondisi ekonomi pelaku.
"Diduga pelaku ini sakit hati kepada korban. Karena sering mendapat perlakuan yang tidak seharusnya," ucap dia.
"Contoh, misalnya, si korban sering menghina pelaku terkait masalah kondisi ekonomi maupun kondisi rumah. Dan ada dugaan awal juga si pelaku dalam keadaan depresi. Itu aja sementara," lanjut dia.
Kini, pelaku sudah ditangkap dan sedang dilakukan pendalaman oleh polisi. Polisi akan mendalami ada atau tidaknya unsur pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pelaku.
"Kita dalami. Kami masih mendalami," kata dia.