Polres Metro Jakarta Selatan masih menelusuri asal-usul 995 airsoft gun yang ditemukan di gudang sebuah yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Polisi tidak melihat ada keterkaitan antara temuan tersebut dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak yang diklaim pihak mantan ketua yayasan berinisial IWD.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan penyidik masih memeriksa asal-usul dan legalitas seluruh barang yang disita.
“Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul. Kami pun belum bisa menyampaikan saat ini. Ini tentunya kami akan dalami lagi,” kata Joko kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Menurut Joko, saat ini penyidikan dimulai dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi yayasan, dilanjutkan dengan pengumpulan keterangan dari pihak yayasan, pemeriksaan saksi, serta penelitian atas dokumen yang ditemukan bersama barang bukti.
"Langkah kami ini TKP di yayasan, informasi yang kami dapat dari yayasan, kami melangkah berawal dari keterangan pihak yayasan. Dan kemarin sudah ada saksi yang diinterogasi untuk menelusuri tindak lanjut dari temuan ini,” ujarnya.
Sementara untuk pemeriksaan saksi dari pihak yayasan juga terus dilakukan. Keterangan para saksi akan dipakai untuk menelusuri asal-usul maupun kepemilikan barang-barang tersebut.
"Sudah ada saksi dan dijadwalkan hari ini juga ada pemeriksaan. Tentunya dari keterangan saksi akan berkembang ke arah mana yang harus kita dalami terkait senjata-senjata ini,” katanya.
Advertisement
Klaim Kuasa Hukum IWD
Sebelumnya, kuasa hukum mantan ketua yayasan IWD yang juga Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, menyebut 995 pucuk airsoft gun itu terkait kegiatan ekstrakurikuler menembak yang diadakan pada 2020. Pernyataan disampaikan Kamis (6/8/2026) malam.
"Sebetulnya intinya semua ada izinnya. Yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ sudah ada dari tahun 2020,” kata Alhadid.
Keberadaan airsoft gun di lingkungan sekolah disebut telah diketahui sejak awal kerja sama kegiatan ekstrakurikuler bersama perusahaannya, yang menurutnya berizin dan disepakati untuk keperluan tersebut.
“Semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati serta diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Sudah dari tahun 2020 untuk kegiatan itu,” lanjutnya.