Sebuah rumah panggung di Dusun Tondopi, Desa Tongkaseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara rata dengan tanah usai dilahap si jago merah, pada pukul 03.00 Wita, Kamis (6/8). Dalam tragedi kebakaran tersebut, lima orang penghuni rumah tersebut tewas hangus terbakar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bombana Inspektur Satu Cevin Thimorut Beryan Djari menduga kebakaran yang terjadi di Dusun Tondopi akibat obat nyamuk bakar. Meski demikian, kata Cavin, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
"Penyebabnya masih penyelidikan. Penyidik sudah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujarnya kepada wartawan.
Cevin menjelaskan dalam kejadian kebakaran tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia. Identitas lima korban meninggal yakni Hasna (38), Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2).
"Diduga korban meninggal ini akibat terjebak di dalam rumah saat api melahap bangunan yang sebagian besar berbahan kayu," kata Cevin.
Cevin mengungkapkan satu orang penghuni rumah selamat yakni Murdasing (61). Mudasing adalah suami dari Hasna dan ayah dari empat anak yang tewas terbakar.
"Korban selamat ini karena berhasil membobol dinding rumahnya yang terbuat dari papan. Tapi istri dan anaknya terjebak di dalam rumah," ucapnya.
Sementara Murdasing menceritakan kronologi kejadian saat dirinya dan istri beserta empat anaknya sedang tertidur. Namun, saat dirinya terbangun api sudah membesar.
"Mungkin (penyebabnya) dari obat nyamuk bakar. Saya bangun, pintu kamar sudah tertutup api," ungkapnya.
Melihat api yang semakin membesar, membuat Murdasing tersebut menjebol dinding rumahnya yang terbuat dari papan. Murdasing pun berhasil keluar dari rumahnya.
"Tapi api yang semakin besar, jadi susah kembali masuk selamatkan anak-anak dan ibunya," tuturnya. istri dan keempat anaknya.
Kini Murdasing bersama dua anaknya yang selamat yakni Sindi (24) dan Arfan (30). Kebakaran tidak hanya merenggut lima nyawa, tetapi juga menghanguskan seluruh harta benda keluarga Murdasing.