Berkurangnya jumlah penduduk DKI Jakarta pada Semester I 2026 dipengaruhi sejumlah faktor. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta menyebut penurunan sebanyak 2.838 jiwa itu merupakan hasil dari perpindahan penduduk, dinamika kelahiran dan kematian, serta pemutakhiran data administrasi kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto mengatakan, perubahan jumlah penduduk bukan dipicu oleh satu penyebab tunggal, melainkan akumulasi berbagai dinamika kependudukan yang terjadi selama enam bulan pertama 2026.
"Penurunan jumlah penduduk DKI Jakarta pada Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 sebesar 2.838 jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025 bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan akumulasi dari dinamika kependudukan yang terus terjadi," kata Denny kepada Liputan6.com, Kamis (6/8/2026).
Menurut Denny, faktor terbesar berasal dari mobilitas penduduk. Sepanjang Semester I 2026, jumlah warga yang pindah keluar Jakarta tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk yang datang dan menetap.
"Dalam SIAK DKI Jakarta selama Semester I Tahun 2026 tercatat perpindahan keluar sebanyak 96.396 dan kedatangan ke DKI sebanyak 54.163," ujarnya.
Advertisement
Kematian Lebih Tinggi dari Kelahiran
Selain perpindahan penduduk, selisih angka kelahiran dan kematian juga turut memengaruhi perubahan jumlah penduduk. Pada periode tersebut, pencatatan kematian lebih tinggi dibandingkan kelahiran.
"Selain itu, jumlah pencatatan kematian juga lebih tinggi dibandingkan jumlah kelahiran. Kondisi ini turut memengaruhi perubahan jumlah penduduk," kata Denny.
Ia menambahkan, proses pemutakhiran data administrasi kependudukan yang dilakukan secara berkala ikut memengaruhi jumlah penduduk yang tercatat dalam Data Kependudukan Bersih Semester I 2026.
"Maka, penurunan jumlah penduduk ini merupakan hasil dari kombinasi tiga faktor tersebut, yaitu perpindahan penduduk, dinamika kelahiran dan kematian, serta proses pemutakhiran data administrasi kependudukan yang terus diperbarui oleh Dukcapil," ujar Denny.