Cerita di Balik Viral Jenazah Bocah Dibonceng Motor di Pandeglang

Keluarga meluruskan video viral jenazah bocah di Pandeglang yang dibawa menggunakan sepeda motor.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Cerita di Balik Viral Jenazah Bocah Dibonceng Motor di Pandeglang
Tangkapan video viral jenazah bocah dibawa pakai motor di Pandeglang. (Dok. Istimewa)

Sebuah video viral memperlihatkan jenazah anak berusia 8 tahun dibawa menggunakan sepeda motor melintasi jalan rusak di Kampung Cibuluhueun, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Rekaman itu disertai berbagai narasi, termasuk klaim mobil siaga desa tidak dapat digunakan hingga keluarga terpaksa mengangkut jenazah dengan motor. Paman almarhum, Halim, membantah narasi tersebut.

Ia menegaskan keputusan menggunakan sepeda motor bukan karena tidak ada mobil siaga, melainkan pilihan keluarga demi mempercepat pemulangan jenazah ke rumah duka.

"Kalau yang beredar di medsos itu tidak benar, karena kami sebagai keluarga korban tidak meminta apapun ke siapa pun," ujar Halim, Rabu (5/8/2026).

Klarifikasi Paman Korban

Halim menyebut keluarga tidak meminta bantuan kendaraan apa pun pada saat kejadian. Menurutnya, menunggu mobil justru akan memakan waktu lama, sementara jenazah perlu segera dibawa pulang untuk pengurusan di rumah duka.

Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan keluarga di rumah karena lokasi kejadian sudah dekat. Warga sekitar juga membantu proses pemulangan jenazah dengan sepeda motor yang tersedia.

"Dari situlah kami meminta tolong ke keluarga dirumah, karena sudah dekat rumah, karena kalau pakai mobil makan waktu lama lagi, jadi terpaksa kami pakai motor," terangnya.

Perjalanan Pulang dari RS Labuan Berujung Duka

Halim menjelaskan, peristiwa itu berawal pada Minggu (2/8/2026). Ia dan keluarga membawa sang keponakan berobat ke RS Labuan karena demam. Setelah dinilai membaik, mereka memutuskan pulang ke rumah saudara menggunakan sepeda motor.

Di tengah perjalanan yang melintasi jalan rusak dan sudah hampir sampai rumah, sang keponakan mendadak meninggal dunia. Kondisi tersebut membuat keluarga segera mengambil keputusan untuk membawa jenazah pulang tanpa menunggu mobil.

"Karena sudah mendingan ya, pake motor, pas di tengah-tengah perjalanan, sudah hampir sampai rumah, ponakan saya tiba-tiba meninggal," terangnya.

Menurut Halim, jarak dari lokasi meninggalnya sang keponakan ke rumah duka sekitar 2 kilometer. Pertimbangan waktu menjadi alasan utama keluarga mengangkut jenazah dengan sepeda motor.

"Sekitar 2 kiloan (jarak dari tempat meninggal ke rumah), kalau nunggu mobil makan waktu lama lagi," jelasnya.
Rekomendasi