Jejak Terakhir Wakil Rektor IT&B Kabanjahe Sebelum Ditemukan Tewas

Kepolisian kemudian memerinci alur kronologi jasad Asprina ditemukan. Penemuan jenazah Asprina bermula dari kecurigaan rekan kerja hingga hilangnya kendaraan korban.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Jejak Terakhir Wakil Rektor IT&B Kabanjahe Sebelum Ditemukan Tewas
Rumah Wakil Rektor IT&B Kabanjahe ditemukan meninggal dunia. (merdeka.com/istimewa).

Penemuan jenazah Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), di rumahnya Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9), menyita perhatian publik.

Kepolisian kemudian memerinci alur kronologi jasad Asprina ditemukan. Penemuan jenazah Asprina bermula dari kecurigaan rekan kerja hingga hilangnya kendaraan korban.

Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal ketika sejumlah dosen dan rekan kerja korban merasa curiga lantaran AS tidak merespons panggilan telepon seluler sejak Jumat (25/9) pagi.

"Awalnya rekan-rekan sama dosen menghubungi korban tapi tidak menjawab melalui panggilan seluler," kata Pedoman kepada merdeka.com, Senin (28/9).

Merasa ada yang tidak biasa, rekan-rekan korban berinisiatif menghubungi kakak kandung Asprina agar segera memeriksa kondisi adiknya di rumah. Mendapat kabar tersebut, abang kandung korban langsung bergegas menuju kediaman Asprina di Kompleks J-Kesain.

"Setibanya di lokasi, ia bersama petugas keamanan atau sekuriti kompleks memutuskan untuk masuk dan memeriksa keadaan di dalam rumah. Saat melakukan penyisiran, mereka mendapati korban sudah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar mandi dengan kondisi mulut mengeluarkan darah," ujar Pedoman.

Tidak hanya itu, saat diperiksa lebih lanjut, satu mobil pribadi milik korban biasa terparkir di rumah juga dipastikan telah raib. ​Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Menerima laporan itu, kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan alat bukti awal," ucap Pedoman.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna menjalani autopsi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

​"Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi dan hasilnya masih kita tunggu," pungkas Pedoman.

 

Rekomendasi