Dedi Mulyadi Perang Lawan Miras Ilegal: Masa Negara Kalah oleh Backing

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyerukan perang melawan peredaran obat terlarang dan miras ilegal. Ia juga mengajak warga melapor lewat media sosial.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Dedi Mulyadi Perang Lawan Miras Ilegal: Masa Negara Kalah oleh Backing
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (merdeka.com/Azzura Galaxia)

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengajak seluruh unsur masyarakat memerangi peredaran obat terlarang dan minuman keras (miras) ilegal di wilayahnya. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah oleh pihak yang membekingi praktik tersebut.

Menolak anggapan adanya beking, Dedi menyuarakan agar penegakan dilakukan tegas dan konsisten.

"Enggak ada backing backing-an, masa negara kalah oleh backing," kata dia kepada wartawan di Kantor BPSDM Jabar, Selasa (4/8/2026).

Dedi menyebut kepolisian dan TNI di Jabar telah berkomitmen memberantas obat terlarang serta miras ilegal. Komitmen itu, menurutnya, tercermin dari penyitaan jutaan butir obat terlarang oleh jajaran Polresta Bandung.

Komitmen Aparat dan Hasil Sitaan di Kabupaten Bandung

Dedi menyatakan dukungan pimpinan kepolisian sangat kuat untuk menindak tegas peredaran obat terlarang dan miras ilegal.

"Pak Kapolda sudah berkomitmen yang sangat kuat agar itu diberantas," ucap dia.

Ia mencontohkan capaian pengungkapan di Kabupaten Bandung yang berhasil mengumpulkan hampir satu juta butir obat terlarang. Dedi berharap pola kerja serupa diikuti satuan lain.

"Kabupaten Bandung kan Polres-nya sudah bisa ngumpulin hampir 1 juta butir. Nah nanti tinggal diikuti oleh Polres-Polres yang lain ya," lanjut dia.

Langkah di Medsos: Warga Diminta Unggah Temuan Miras Ilegal

Sebelumnya, Dedi juga mengajak masyarakat terlibat aktif memerangi peredaran tramadol dan miras ilegal melalui media sosial. Ajakan itu ia sampaikan lewat akun Instagram pada Senin (3/8/2026).

"Kami sampaikan ya sekarang ini banyak yang menjual tramadol dan warung-warung minuman keras ilegal. Bagi warga Jabar siapa yang bisa memposting, menceritakan warung-warung tramadol di media sosial, saya akan kasih hadiah juga," kata Dedi dalam unggahan akun Instagram, Senin (3/8/2026).

Menurut Dedi, partisipasi publik diperlukan untuk menindak pedagang yang dinilai merusak moral generasi muda di Jabar.

"Ayo kita ramaikan media sosial dengan menayangkan orang-orang yang berdagang di Jawa Barat dan merusak moral anak-anak Jawa Barat," jelas Dedi.
Rekomendasi