Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta semua pihak tidak menyebarkan narasi yang menakut-nakuti masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
Pernyataan ini ia sampaikan merespons isu yang beredar di media sosial, mulai dari rencana aksi demonstrasi mahasiswa besar-besaran hingga kabar pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan.
Sahroni menyampaikan imbauan tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Advertisement
Sahroni Minta Isu Menakutkan Dihentikan
Menanggapi maraknya percakapan soal ancaman jelang peringatan, Sahroni mengingatkan agar publik tidak gampang terprovokasi oleh konten di media sosial.
"Kalau ngomong cipta kondisi kan ada pihak-pihak yang mungkin, mungkin ya, kita kan enggak tahu namanya media sosial kan ringan tangan ya," kata Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Ia mengimbau seluruh pihak mengedepankan informasi yang menumbuhkan rasa aman dan tidak memperkeruh suasana.
"Tapi kita berharap para pihak lebih menguatkan pada isu-isu yang tidak benar. Dan jangan menakutkan, begitu kan. Karena masyarakat perlu kenyamanan. Dan kita harap negara ini negara yang kuat, dan jangan ada hal-hal yang menakutkan masyarakat," kata dia.
Advertisement
Ajakan Jaga Kondusivitas dan Sikap DPR Soal Isu Ancaman
Sahroni menilai apabila terjadi kerusuhan dalam skala besar, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu maupun pemerintah.
"Kita harus bersama-sama menguatkan negara ini lebih kuat, dan sayangilah negara kita, karena kalau kita nanti ada keributan yang rugi kita semua. Bukan kepada satu orang atau kelompok. Mari kita jaga sama-sama untuk kepentingan rakyat dan Republik Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan tidak ada peningkatan ancaman terhadap keamanan nasional menjelang HUT ke-81 RI.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang," kata Dave.