Solusi Dedi Mulyadi untuk Ratusan Buruh Korban PHK

PT Namnam Fashion Industries di Cimahi PHK 178 pekerja. Dedi Mulyadi menanggapi dan menawarkan langkah bagi korban. Ini penjelasannya.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Solusi Dedi Mulyadi untuk Ratusan Buruh Korban PHK
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Liputan6.com/Arya Prakasa)

Ratusan buruh garmen PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Video para pekerja yang menangis usai menerima keputusan itu beredar di media sosial. Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan solusi agar para korban tetap bisa bekerja.

Menurut Dedi, PHK kerap terjadi pada industri padat karya yang mudah berpindah lokasi mengikuti biaya tenaga kerja. Ketika upah di satu wilayah lebih tinggi, perusahaan cenderung mencari daerah lain yang ongkosnya lebih rendah.

Ia menyebut saat ini lowongan di sektor garmen dan alas kaki tengah banyak dibuka di kawasan Indramayu dan Majalengka. Dedi mendorong para pekerja yang terdampak untuk memanfaatkan peluang itu agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi.

"Banyak. Di Majalengka, Indramayu itu banyak. Indramayu butuh puluhan ribu tuh untuk sektor industri sepatu, alas kaki, garmen ya, banyak," bebernya.

Pergeseran Industri Garmen ke Indramayu–Majalengka

Dedi menjelaskan pola perpindahan industri padat karya terjadi ketika perusahaan mencapai titik impas dan menemukan wilayah dengan ongkos tenaga kerja yang lebih murah.

"Kalau dia sudah break-event point kemudian ada tempat lain yang lebih murah tenaga kerjanya biasanya pindah. Itu sudah di mana-mana," kata Dedi Mulyadi di Kantor BPSDM Jabar, Selasa (4/8/2026).

"Jadi mereka tidak membuat perusahaan ini permanen seperti industri padat modal," lanjut dia.

Menurutnya, pergeseran itu kini terasa dari kawasan Bandung Raya dan sekitarnya menuju Indramayu dan Majalengka.

"Memang daerahnya bergeser yang biasanya di Bandung, di Karawang, di Purwakarta, di Bandung Barat karena di Indramayu, di Majalengka upahnya lebih rendah, mereka pindah ke sana," ujar dia.

Ia menambahkan, bagi yang masih ingin bekerja di pabrik garmen, opsi realistis adalah mengikuti pergeseran tersebut ke wilayah yang saat ini tengah menyerap banyak tenaga kerja.

PT Namnam Fashion PHK 178 Pekerja, Hak dan JKP Disiapkan

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, Firman Desa, menyebut 178 pekerja PT Namnam Fashion Industries terdampak PHK akibat efisiensi perusahaan.

"Konfirmasi dari Disnaker Cimahi, perusahaan melakukan efisiensi dan total yang di-PHK sebanyak 178 orang," kata dia.

Firman memastikan seluruh hak pekerja, termasuk pesangon, telah dibayarkan oleh perusahaan kepada mereka yang terdampak.

Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong para pekerja untuk segera mencairkan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan, agar dapat bertahan selama masa tidak bekerja sekaligus mempercepat akses ke pasar kerja baru.

"Setidaknya itu bisa membantu pekerja yang ter-PHK selama dalam masa tidak bekerja, dan juga bisa masuk ke dalam akses pasar kerja baru agar cepat dapat bekerja kembali, dan jika masih dibutuhkan pekerja yang ter-PHK pun bisa mengakses pelatihan kerja," ungkap dia.

Rekomendasi