ASN Tewas Membusuk di Kamar Kos, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Warga Way Halim mencium bau busuk dari kamar kos. ASN bernama Sabto Wibowo ditemukan tewas. Polisi menyampaikan dugaan penyebab dan langkah penanganan.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
ASN Tewas Membusuk di Kamar Kos, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
Polisi olah TKP penemuan jasad ASN sudah dalam kondisi busuk di sebuah kamar kos di Bandar Lampung (Istimewa)

Warga Gang Sungai 7, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang aparatur sipil negara (ASN) di dalam kamar kos, Minggu (2/8/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sabto Wibowo (52), seorang PNS yang tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Jenazah ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah warga melaporkan aroma busuk yang menyengat dari dalam kamar.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, mengatakan hasil pemeriksaan awal mengindikasikan korban meninggal dunia akibat sakit. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani pemeriksaan medis.

"Korban diduga meninggal dunia karena sakit. Saat ini jenazah telah dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan pemeriksaan medis," kata Pandiangan, Minggu (2/8).

Peristiwa itu bermula ketika penghuni kos di sebelah kamar korban mencium bau tidak sedap sejak pagi. Saat mencari sumber bau, mereka melihat banyak lalat keluar dari jendela kamar korban.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos yang selanjutnya menghubungi Ketua RT dan Bhabinkamtibmas. Polisi bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi memperoleh keterangan dari rekan kerja korban bahwa Sabto telah mengeluhkan sakit sejak Senin (27/7/2026). Meski demikian, ia masih sempat beraktivitas dan bekerja.

Bahkan pada Kamis (30/7/2026), korban diketahui masih menjalani perjalanan dinas ke Kelumbayan, Kabupaten Pesawaran, sebelum kembali ke kamar kosnya pada malam hari.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya dompet berisi uang tunai Rp500.000 beserta dokumen pribadi, dua unit telepon seluler, satu laptop, dan satu unit sepeda motor Yamaha Aerox.

Melihat kondisi jenazah yang telah membusuk dan menimbulkan bau menyengat, polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari dua hari sebelum ditemukan.

"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan hanya mengizinkan pemeriksaan visum luar. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," ujar Pandiangan.

Polisi memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Rekomendasi