Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyoroti peran vital asupan gizi seimbang bagi ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Hal ini menjadi langkah fundamental dalam mencegah bayi lahir dengan risiko stunting atau tengkes di wilayah tersebut. Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, sehingga pemenuhan gizi seimbang dan pola makan sehat merupakan kewajiban bagi setiap ibu hamil.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Sulteng, Herri, menjelaskan bahwa Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki peran strategis. TPK bertugas mendampingi ibu hamil KEK dan memberikan edukasi kepada keluarga mengenai penyajian menu sehat dan bergizi. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan pola makan yang teratur dan gizi seimbang dalam keseharian keluarga.
Prinsip gizi seimbang yang mencakup makanan pokok, lauk pauk hewani dan nabati, serta sayur dan buah, memiliki manfaat ganda. Selain meningkatkan nutrisi bagi ibu hamil, asupan ini juga memperkuat nutrisi janin yang sedang berkembang dalam kandungan. Upaya penurunan stunting di Sulteng dilakukan dengan metode konvergensi, melibatkan semua perangkat daerah dalam langkah intervensi terpadu.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pencegahan Stunting Sejak Dini
Pencegahan stunting merupakan prioritas utama yang harus dimulai sejak periode kehamilan. Pemenuhan gizi seimbang dan pola makan yang sehat bagi ibu hamil menjadi fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan janin yang optimal. Asupan nutrisi yang cukup akan mendukung perkembangan organ dan sistem tubuh bayi secara maksimal, mengurangi risiko lahir dengan kondisi stunting.
Gizi seimbang yang dimaksud meliputi konsumsi makanan pokok sebagai sumber energi, lauk pauk hewani dan nabati untuk protein, serta sayur dan buah yang kaya vitamin dan mineral. Kombinasi nutrisi ini tidak hanya menjaga kesehatan ibu hamil, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada kesehatan dan perkembangan janin. Pola makan teratur dan bergizi ini harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
Pemprov Sulteng terus menggencarkan kegiatan edukasi, pelatihan, dan penyusunan menu sehat dan bergizi. Program ini ditujukan khusus bagi ibu hamil dengan risiko KEK, yang disampaikan kepada TPK di masing-masing daerah kabupaten/kota. Tujuannya adalah membekali TPK dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan pendampingan efektif.
Advertisement
Advertisement
Peran Penting Tim Pendamping Keluarga (TPK)
Tim Pendamping Keluarga (TPK) memegang peranan krusial dalam upaya pencegahan stunting di Sulawesi Tengah. Mereka menjadi garda terdepan dalam mendampingi ibu hamil KEK, memberikan edukasi langsung kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan cara penyajian menu sehat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas kerja TPK di lapangan.
Pelatihan yang diberikan kepada TPK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memberikan edukasi. Fokus pelatihan mencakup pemahaman mendalam tentang gizi seimbang serta kemampuan menyusun menu sehat dan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Dengan demikian, TPK dapat menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat.
Herri berharap TPK dapat lebih optimal dalam melakukan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait juga ditekankan untuk memperkuat upaya penanganan melalui konvergensi program. DPPKB Sulteng, sebagai salah satu instansi pengampu, berkomitmen penuh untuk terus melakukan penanganan ini secara terpadu.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemprov Sulteng Turunkan Angka Stunting
Data Pemprov Sulteng menunjukkan bahwa prevalensi stunting di provinsi tersebut berada di angka 24 persen. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, yang terus berupaya menekan laju prevalensi tersebut. Tercatat, sebanyak 129.637 keluarga di Sulteng masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting, berdasarkan hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) 2025.
Berbagai langkah percepatan telah diimplementasikan melalui pendekatan program intervensi yang beragam. Salah satu inisiatif penting adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini melibatkan partisipasi masyarakat dan berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung keluarga berisiko dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.
Selain Genting, Pemprov Sulteng juga mengandalkan metode konvergensi, di mana semua perangkat daerah bergerak serentak. Ini memastikan bahwa intervensi pencegahan stunting dilakukan secara komprehensif dan terkoordinasi di seluruh wilayah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak dini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews