Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai tergambar dari hasil sejumlah survei. Temuan terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi.
Demul, begitu Dedi Mulyadi kerap disapa, bahkan melampaui elektabilitas Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa simulasi. Gambaran itu terlihat dari hasil survei bertajuk "Elektabilitas Calon-calon Presiden" yang memotret tingkat keterpilihan sejumlah tokoh nasional jika pemilihan presiden digelar saat ini.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani mengatakan, dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi.
“Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan sebesar 35 persen dan berjarak cukup jauh dengan Prabowo Subianto di urutan kedua dengan perolehan suara 14,5 persen," jelas Deni, Rabu (29/7/2026).
Dia melanjutkan, Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 8,2 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen. Sementara itu, tokoh lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen.
"Nama selanjutnya adalah Anies Baswedan 8,2 persen; Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen; Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen; Ganjar Pranowo 4,2 persen; Mahfud MD 4 persen; dan nama-nama lain di bawah 2 persen. Pada survei ini, masih ada 12,8 persen pemilih yang tidak mau menjawab atau belum menentukan pilihan,” sambungnya.
SMRC juga mencatat adanya perubahan dibandingkan survei sebelumnya. Menurut Deni, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan, sedangkan Dedi Mulyadi justru meningkat.
“Sementara, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen,” kata dia.
Hasil serupa juga terlihat dalam simulasi head to head antara Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto. Dalam simulasi dua nama tersebut, Dedi unggul jauh dengan perolehan dukungan 59 persen, sedangkan Prabowo meraih 28,3 persen.
“Dalam 4 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi 2 nama menurun dari 50,5 persen pada survei Februari-Maret 2026 menjadi 28,3 persen di survei Juli 2026. Sementara di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik, dari 42,6 persen menjadi 59 persen,” ungkapnya.
Survei ini melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara melalui telepon terhadap 83,8 persen responden, sedangkan 16,2 persen responden yang tidak memiliki telepon diwawancarai secara tatap muka. Survei dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan margin of error sekitar 3,7 persen.
Advertisement
Versi Poltracking
Berbeda dengan temuan SMRC, Lembaga Poltracking Indonesia justru menemukan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih mencatatkan elektabilitas tertinggi dalam bursa calon presiden dan calon wakil presiden. Hasil tersebut diperoleh dari survei yang digelar pada 2-8 Maret 2026.
Survei melibatkan 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling, memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amwari menjelaskan, responden diminta menyebutkan nama calon presiden secara spontan tanpa diberikan daftar nama.
"Elektabilitas capres dari spontanitas pemilih ketika ditanya siapa calon presiden yang akan Bapak/Ibu Saudara pilih. Responsnya 32,9% itu adalah Prabowo Subianto. Ini kita tanya secara langsung tanpa menyebutkan nama-nama, lalu Dedi Mullyadi 13,5%, kemudian Anies Baswedan 4,2%," kata Masduri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Poltracking, Senin (13/4/2026).
Selain Prabowo, nama Dedi Mulyadi menempati posisi kedua dengan elektabilitas 13,5 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 4,2 persen. Sejumlah tokoh lain seperti Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Mahfud MD juga muncul dalam jawaban responden, namun masing-masing memperoleh dukungan di bawah 5 persen.
Meski demikian, Masduri mengingatkan hasil tersebut masih merupakan gambaran awal karena Pilpres 2029 masih cukup lama. Dia juga menyoroti tingginya jumlah responden yang belum menentukan pilihan.
"Penting diperhatikan bahwa ada pemilih yang masih belum menentukan pilihan di angka 28,8%. Ini konsekuensi juga karena pilpres masih jauh tapi ini potret awal nama-nama potensial," kata Masduri.
Advertisement
Temuan Median
Tak jauh berbeda dengan Poltracking Indonesia, lembaga survei Median juga menempatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam bursa calon presiden 2029. Prabowo unggul atas Anies Baswedan dan Dedi Mulyadi yang menempati posisi berikutnya.
Direktur Riset Median, Ade Irfan mengatakan, hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo mencapai 29 persen. Di bawahnya ada Anies Baswedan dengan 20,6 persen, disusul Dedi Mulyadi sebesar 17 persen.
"Yang pertama, temuan kita terkait dengan elektabilitas capres adalah 10 peringkat capres saat ini, Prabowo Subianto di 29%, Anies Baswedan di 20,6%, Dedi Mulyadi di 17%, Ganjar Pranowo di 5,2%, AHY di 4,2%, Purbaya Yudhi Sadewa di 4%," kata Ade dalam konferensi pers, dikutip Selasa (24/2/2026).
Menurut Ade, hasil survei tersebut menunjukkan tiga nama mulai membentuk kelompok teratas dengan selisih yang cukup jauh dibanding kandidat lainnya.
"Kalau kita lihat data ini, sampai saat ini ada tiga tokoh potensial yang cukup menjauh dibandingkan dengan kandidat-kandidat lain, yaitu ada Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Dedi Mulyadi," tambah dia.
Ade juga menyebut elektabilitas Prabowo mengalami peningkatan dibandingkan hasil survei sebelumnya pada Januari 2026. Saat itu, tingkat keterpilihan Prabowo tercatat sebesar 27,8 persen.
Survei Median dilakukan pada 10-14 Februari 2026 dengan metode penyebaran kuesioner berbasis Google Form. Kuesioner disebarkan secara proporsional melalui media sosial kepada 1.200 responden berusia 17 hingga 60 tahun yang merupakan pengguna media sosial.