Masuk Tahun Ajaran Baru, SD Negeri Tanggirejo Grobogan Pindah Belajar ke Ruang Ibadah

Ruang kelas SD Negeri Tanggirejo, Grobogan, rusak saat tahun ajaran 2026/2027 dimulai. Siswa belajar darurat di ruang ibadah. Ini kronologinya.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono - Reporter
Masuk Tahun Ajaran Baru, SD Negeri Tanggirejo Grobogan Pindah Belajar ke Ruang Ibadah
Bangunan atap SD Tanggirejo roboh dan tiga bangunan lain terancam ambruk. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, memulai tahun ajaran 2026/2027 tanpa ruang kelas yang layak. Dua bangunan kelas ambruk, sementara sejumlah ruang lain juga mengalami kerusakan parah.

Pihak sekolah mengalihkan proses belajar ke ruang ibadah dan sejumlah ruang darurat, sembari menerapkan pola pembelajaran darurat sambil menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah.

Aktivitas siswa dilarang di sekitar bangunan kelas IV, V, VI, ruang guru, serta ruang kepala sekolah karena dinilai tidak aman dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu.

Belajar Darurat di Tegowanu: Ruang Ibadah Jadi Kelas

Atap yang ambruk memaksa murid kelas V bergotong royong memindahkan meja, kursi, dan papan peraga ke ruang ibadah yang sementara difungsikan sebagai kelas.

"Senang bisa sekolah kembali. Masih bisa sekolah meski apa adanya, tadi angkat meja dan kursi sama bapak dan ibu guru," tutur Adi, salah seorang siswa SD Negeri Tanggirejo, Kamis (23/7/2026).

Meski harus belajar dengan keterbatasan fasilitas, para murid tetap antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kronologi Kerusakan: Dari Kelas VI Roboh hingga Kelas IV Nyaris Ambruk

Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariah, menjelaskan kerusakan terjadi bertahap sejak awal tahun. Ia merinci runtutan ruang yang terdampak.

"Atap ruang kelas VI awalnya roboh terlebih dahulu pada Januari 2026. Dan disusul ruang kelas V dan ruang guru. Kini, ruang kelas IV juga mengalami kerusakan berat dan nyaris ambruk.

Akibat tiga ruang kelas dan ruang guru tak lagi bisa digunakan, sejumlah ruangan diganti fungsinya. Kondisi bangunan perpustakaan juga memprihatinkan, dengan dinding retak, plafon rusak, serta lantai yang mulai miring.

Skema Kelas Bergantian dan Laporan ke Pemerintah

Pembelajaran darurat diberlakukan dengan pengaturan ulang kelas. Siswa kelas I dan II belajar bergantian. Kelas III dan IV menempati satu ruangan yang disekat. Kelas V belajar di ruang ibadah, sementara kelas VI menempati ruang kelas II yang dipindahkan.

Ruang perpustakaan sementara dialihfungsikan menjadi ruang guru. Di sisi lain, kondisi perpustakaan turut mengalami kerusakan pada dinding, plafon, dan lantai.

Pihak sekolah telah melaporkan kerusakan ke Pemerintah Kabupaten Grobogan hingga Kementerian Pendidikan.

"Kami sudah melaporkan (kerusakan bangunan) ke tingkat daerah dan pusat. Kabarnya akan dilakukan perbaikan segera, " terang Juwariah.

Menurut Juwariah, hingga saat ini belum ada petunjuk dan tindak lanjut dari laporan tersebut. Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar siswa dapat belajar dengan tenang.

Rekomendasi