Pada Rabu pagi, tepatnya tanggal 15 Juli 2026, Gunung Dukono yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi yang sangat kuat pada pukul 07.02 WIT. Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom letusan terlihat mencapai ketinggian 2.300 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 3.387 meter di atas permukaan laut.
Abu yang teramati dari letusan berwarna putih hingga kelabu dan memiliki intensitas yang cukup tebal, terutama mengarah ke utara dan barat laut. Pada saat laporan ini disampaikan, proses erupsi masih berlangsung.
Bambang Sugiono, petugas Pos Pantau Gunung Dukono, menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar gunung untuk tidak melakukan aktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.
"Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker," ujarnya.
Dengan mempertimbangkan bahwa letusan yang mengeluarkan abu vulkanik dapat terjadi secara berkala dan arah sebaran abu dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin, maka sangat disarankan bagi masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh abu vulkanik.
Sepanjang tahun 2026, Gunung Dukono telah tercatat mengalami erupsi sebanyak 221 kali. Hingga saat ini, Rabu (15/7/2026) pukul 10.05 WIB, status Gunung Dukono masih berada pada level Waspada (Level II).
Advertisement
Aktivitas Terbaru Gunung Dukono
Menurut data yang diperoleh dari PVMBG, hasil pemantauan pada hari Selasa, 14 Juli 2026, menunjukkan bahwa selama periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Dukono mengalami dua kali gempa letusan atau erupsi. Gempa ini memiliki amplitudo antara 7 hingga 8 mm dan berlangsung selama 45,76 hingga 140,34 detik.
Selain itu, terdapat tiga kali gempa tektonik jauh yang terdeteksi dengan amplitudo berkisar antara 6 hingga 24 mm, dengan waktu S-P antara 20,5 hingga 49,27 detik. Lama gempa ini tercatat antara 72,56 hingga 122,24 detik. Tak hanya itu, juga terpantau satu kali gempa tremor menerus yang memiliki amplitudo antara 1 hingga 4 mm, dengan dominasi amplitudo 2 mm.