Puluhan pesawat tempur milik Angkatan Udara Prancis (FASF) mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (24/7/2023). Pesawat-pesawat tersebut singgah di Indonesia setelah menyelesaikan misi proyeksi kekuatan jarak jauh di zona Indo-Pasifik (Misi Pegase 2023).
Advertisement
Total ada 20 pesawat tempur yang dibawa FSAF ke Lanud Halim Perdanakusuma. Termasuk 6 unit jet tempur Rafale.
Kedatangan pesawat andalan Prancis itu menjadi spesial, sebab pesawat tempur multifungsi ini jadi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang telah diidam-idamkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Indonesia diperkirakan harus menunggu 3-5 tahun ke depan untuk bisa memiliki pesawat buatan dari Dassault Aviation, setelah menjalin kesepakatan membeli sebanyak 42 pesawat Rafale pada tahun 2022 lalu.
Pantauan merdeka.com di lokasi, terlihat dua pesawat Rafale yang tengah terpakir. Pesawat berwarna abu-abu itu memiliki dua mesin SNECMA M88-2 yang dapat melesat pada kecepatan maksimum 1,8 Macht atau 750 knots (1.389 km per jam).
Advertisement
Advertisement
Jet tempur Rafale dapat terbang maksimal pada ketinggian 50 ribu kaki atau 15,24 km di atas permukaan laut.
Pesawat ini memiliki dimensi panjang 15,3 meter, lebar sayap 10,9 meter, dan tinggi 5,3 meter. Sementara, berat kosongnya hampir 10 ton (22 ribu pon) dan berat maksimal untuk terbangnya 24,5 ton (54 ribu pon).
Advertisement
Tak hanya itu, pesawat yang dirancang multifungsi kapasitas bahan bakar internalnya 4,7 ton (10,3 ribu pon) dan kapasitas eksternalnya bisa mencapai 6,7 ton (14,7 ribu pon).
Advertisement
Pesawat tempur Rafale dibekali SCALP, rudal jelajah udara-ke-darat dengan jangkauan lebih dari 300 km.
Advertisement
Sementara itu, TNI AU berharap kedatangan Angkatan Udara Prancis (FSAF) diharapkan bisa menjadi kerjasama yang baik ke depannya. Termasuk, rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memesan pesawat Rafale juga berjalan lancar.