Piala Dunia 2026: Ekuador Ditahan Imbang Curacao, Peluang Lolos Makin Sulit

Timnas Ekuador ditahan imbang Curacao tanpa gol di Piala Dunia 2026. Hasil ini membuat peluang Ekuador Ditahan Imbang Curacao untuk melaju ke fase gugur semakin tipis dan menyulitkan langkah mereka di turnamen.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Piala Dunia 2026: Ekuador Ditahan Imbang Curacao, Peluang Lolos Makin Sulit
Laga Ekuador vs Curacao di Grup E Piala Dunia 2026 menjadi ajang perebutan poin perdana bagi kedua tim. Setelah sama-sama kalah di laga pembuka, pertandingan ini krusial untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. (AntaraNews)

Tim nasional Ekuador harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Curacao dalam laga kedua Grup E Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit ini digelar di Stadion Kansas, Amerika Serikat, pada Minggu pagi WIB (21/6).

Hasil imbang 0-0 ini menjadi pukulan telak bagi kedua tim, Ekuador dan Curacao, yang sama-sama berambisi meraih poin penuh. Mereka kini hanya mengoleksi satu poin dan menempati posisi ketiga serta keempat klasemen sementara Grup E.

Dengan kondisi ini, harapan Ekuador dan Curacao untuk lolos ke babak gugur turnamen akbar empat tahunan tersebut kian menipis. Kedua tim kini harus berjuang lebih keras di laga terakhir untuk menjaga asa mereka di Piala Dunia 2026.

Sejak peluit awal dibunyikan, Ekuador langsung mengambil inisiatif menyerang dan berusaha membongkar pertahanan Curacao. Penyerang andalan Ekuador, Enner Valencia, langsung mengancam gawang lawan pada menit ketiga dengan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper Eloy Room.

Meskipun terus menekan, El Tri, julukan timnas Ekuador, kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Curacao. Hingga 30 menit pertama, serangan-serangan Ekuador belum mampu menciptakan ancaman berarti di depan gawang lawan.

Menjelang akhir babak pertama, John Yeboah sempat lolos dari kawalan pemain Curacao di kotak penalti. Namun, tendangannya pada menit ke-42 juga berhasil ditangkap dengan sigap oleh Eloy Room, menjaga skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Ekuador meningkatkan intensitas serangan mereka, terutama melalui pergerakan dari kedua lini sayap. Curacao, di sisi lain, lebih memilih untuk fokus pada skema serangan balik cepat, menunggu kelengahan lini belakang Ekuador.

Pada menit ke-59, Gonzalo Plata nyaris memecah kebuntuan bagi Ekuador, tetapi usahanya kembali dimentahkan oleh penampilan gemilang Eloy Room. Kiper Curacao tersebut tampil sangat solid di bawah mistar gawang, menjadi tembok kokoh bagi timnya.

Curacao juga sempat mengancam satu menit kemudian melalui tendangan Livano Comencia dari luar kotak penalti, yang masih bisa ditepis kiper Ekuador, Hernan Galindez. El Tri terus mencoba peruntungan dengan tendangan jarak jauh, namun Room tetap tak tergoyahkan, memastikan skor tetap imbang tanpa gol hingga akhir pertandingan.

Data FIFA mencatat dominasi Ekuador sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen. Tim asuhan Gustavo Alfaro ini juga melepaskan 28 percobaan tembakan, dengan 15 di antaranya tepat sasaran, namun tidak ada yang berbuah gol.

Sementara itu, Curacao hanya mencatatkan 10 kali percobaan tembakan, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Efektivitas pertahanan dan performa kiper Eloy Room menjadi kunci keberhasilan Curacao menahan imbang Ekuador.

Dengan hasil ini, kedua tim harus menghadapi tantangan berat di laga terakhir fase grup. Ekuador dijadwalkan akan menghadapi Jerman pada Jumat (26/6) WIB, sementara Curacao akan menantang Pantai Gading di hari yang sama.

Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan ini:

  • Ekuador (3-5-2): Hernan Galindez (PG); Piero Hincapie, William Pacho, Alan Franco; Jordy Alcivar, Previs Estupinan, Pedro Rodriguez, Moises Caicedo, John Yeboah; Enner Valencia, Gonzalo Plata.
  • Curacao (5-4-1): Eloy Room (PG); Joshua Bernet, Jurien Gaari, Armando Obispo, Floranus, Deveron Fonville; Tahith Chong, Livano Comenencia, Leandro Bacuna, Juninho Bacuna; Jurgen Locadia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi