Menteri KLH/BPLH Ajak Warga Gencarkan Aksi Lokal Jaga Keanekaragaman Hayati

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat menyerukan pentingnya aksi lokal untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, fondasi utama keberlanjutan hidup manusia, di tengah ancaman serius.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri KLH/BPLH Ajak Warga Gencarkan Aksi Lokal Jaga Keanekaragaman Hayati
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat menyerukan pentingnya aksi lokal untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, fondasi utama keberlanjutan hidup manusia, di tengah ancaman serius. (AntaraNews)

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memulai aksi nyata di tingkat lokal. Ajakan ini bertujuan untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia yang merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia. Inisiatif ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi dari Jakarta pada Sabtu (23/5), Menteri Jumhur menegaskan bahwa peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional setiap tanggal 22 Mei harus menjadi momentum kuat. Tujuannya adalah untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kekayaan hayati bukan sekadar aset alam, melainkan pilar utama kelangsungan hidup manusia.

"Momentum ini mengingatkan kita bahwa keberagaman kehidupan di bumi bukan hanya kekayaan alam, tetapi fondasi utama keberlanjutan kehidupan manusia," ujar Menteri Jumhur, menekankan urgensi perlindungan ekosistem.

Kekayaan Hayati Indonesia dan Ancaman yang Mengintai

Pada acara puncak peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 di Depok, Jawa Barat, Jumat (22/5), Menteri KLH/BPLH Mohammad Jumhur Hidayat mengingatkan posisi strategis Indonesia. Negara ini menempati urutan kedua di dunia setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati terbesar.

Kekayaan ini didukung oleh beragamnya ekosistem, mulai dari hutan tropis yang lebat, lahan gambut yang vital, hutan mangrove yang melindungi pesisir, hingga terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut. Seluruh ekosistem ini secara kolektif menjadi penopang utama kehidupan masyarakat Indonesia.

Namun, di balik kekayaan tersebut, muncul berbagai ancaman serius yang membahayakan kelestarian keanekaragaman hayati. Ancaman ini meliputi perubahan fungsi lahan yang masif, pencemaran lingkungan yang terus meningkat, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan.

Selain itu, invasi spesies asing juga menjadi faktor yang mengancam keseimbangan ekosistem. Faktor-faktor ini secara signifikan mengurangi kapasitas alam untuk menopang kehidupan.

Prioritas Pembangunan dan Komitmen Konservasi

Mengingat ancaman yang ada, Menteri Jumhur menegaskan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Langkah ini krusial untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Strategi perlindungan ini mencakup penguatan kawasan lindung, rehabilitasi lahan kritis yang mengalami kerusakan parah, serta pengendalian pencemaran lingkungan secara ketat. Upaya ini bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan integritas ekosistem alam.

Selain itu, perlindungan terhadap masyarakat adat dan komunitas lokal juga menjadi fokus penting, karena mereka adalah penjaga utama ekosistem. Pengetahuan tradisional dan praktik konservasi mereka sangat berharga dalam menjaga kelestarian alam.

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional ini juga menjadi bagian dari penguatan komitmen Indonesia menjelang Conference of the Parties Convention on Biological Diversity (COP-17 CBD). Konferensi penting ini dijadwalkan berlangsung pada 19-30 Oktober 2026 di Yerevan, Armenia.

Implementasi Strategi Nasional Keanekaragaman Hayati

Partisipasi Indonesia dalam COP-17 CBD menunjukkan kesiapan negara dalam memperkuat praktik konservasi di tingkat global. Hal ini sejalan dengan upaya nasional untuk melindungi kekayaan alam.

Kesiapan ini diwujudkan melalui implementasi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045. Dokumen ini merupakan peta jalan strategis untuk pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia dalam jangka panjang.

Melalui IBSAP, Indonesia berkomitmen untuk mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati ke dalam berbagai sektor pembangunan. Tujuannya adalah mencapai pembangunan berkelanjutan yang harmonis dengan alam.

Dengan demikian, aksi lokal yang digencarkan oleh masyarakat, didukung oleh kebijakan pemerintah, menjadi kunci utama dalam menjaga keanekaragaman hayati. Ini adalah langkah konkret menuju masa depan yang lebih lestari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi