Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Menkomdigi Meutya Hafid mengecam penahanan misi kemanusiaan menuju Gaza yang membawa sejumlah jurnalis Indonesia.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza (Merdeka.com)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.

Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas peliputan misi kemanusiaan internasional. Mereka adalah Bambang Noroyono, Thoudy Badai, dan Andre Prasetyo Nugroho.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia termasuk insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ujar Meutya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Kerja Jurnalistik Harus Dihormati

Meutya menegaskan kerja jurnalistik harus dihormati, terutama dalam situasi konflik dan krisis kemanusiaan.

Menurut dia, jurnalis hadir untuk menyampaikan fakta dan membawa suara kemanusiaan kepada publik dunia.

Karena itu, ruang aman bagi insan pers dinilai penting untuk dijaga.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan dilaporkan ditahan.

Beberapa kapal yang disebut ditahan antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia disebut belum dapat dihubungi dan kondisi awak di dalamnya masih belum diketahui secara pasti.

Pemerintah Koordinasikan Langkah Perlindungan

Meutya mengatakan pihaknya mendukung langkah diplomatik yang dilakukan Kementerian Luar Negeri RI untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia dalam rombongan tersebut.

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” imbuh Meutya.

Sebelumnya, Kemlu RI menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan dan percepatan pemulangan WNI jika diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkas Meutya.

Rekomendasi