Pemkab Bangka Tengah Bangun 10 Jamban, Perkuat Penurunan Stunting di Desa Batu Belubang

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah fokus membangun 10 jamban di Desa Batu Belubang pada 2026 sebagai bagian dari upaya serius dalam percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bangka Tengah Bangun 10 Jamban, Perkuat Penurunan Stunting di Desa Batu Belubang
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah fokus membangun 10 jamban di Desa Batu Belubang pada 2026 sebagai bagian dari upaya serius dalam percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bangka Tengah) mengambil langkah konkret dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Pada tahun 2026, Pemkab Bangka Tengah akan memfokuskan pembangunan 10 unit jamban di Desa Batu Belubang. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari intervensi sanitasi yang ditujukan untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka Tengah, Wiwik Susanti, menjelaskan bahwa pembangunan jamban ini memperkuat intervensi sanitasi. Program ini secara khusus menyasar wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan stunting tinggi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

Selain bantuan gizi, perbaikan sanitasi lingkungan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting di Bangka Tengah.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Intervensi Sanitasi dan Gizi

Pembangunan 10 unit jamban di Desa Batu Belubang menjadi prioritas utama Pemkab Bangka Tengah dalam intervensi sanitasi. Wiwik Susanti menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memperkuat fondasi kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat.

Program percepatan penurunan stunting ini tidak hanya mengandalkan intervensi sanitasi, tetapi juga didukung oleh bantuan gizi. Baznas, sebagai mitra Pentaheliks, telah konsisten mendukung Program Genting sejak tahun 2025. Dukungan ini menyasar 25 Keluarga Rawan Stunting (KRS) pada tahun 2026, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga zakat, menunjukkan pendekatan komprehensif yang diambil Pemkab Bangka Tengah. Sinergi antara pemerintah daerah dan mitra strategis sangat krusial dalam mencapai target penurunan stunting. Hal ini memastikan bahwa bantuan dan program yang dijalankan dapat menjangkau kelompok sasaran secara efektif.

Strategi Nasional dan Tantangan Penurunan Stunting di Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah terus memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan lintas sektor. Pendekatan ini mencakup intervensi gizi hingga perbaikan sanitasi lingkungan secara menyeluruh. Pemerintah daerah juga mengimplementasikan enam pilar strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2025–2029.

Enam pilar strategi nasional tersebut melibatkan setiap elemen lintas sektoral, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintahan desa dan kelurahan. Keterlibatan multi-stakeholder ini penting untuk memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara holistik dan terkoordinasi.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Bangka Tengah pada Februari 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dan evaluasi mendalam terhadap program intervensi yang telah berjalan. Target pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 adalah menurunkan angka stunting menjadi 17,5 persen pada 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi