Bangunan daycare atau tempat penitipan anak Little Aresha yang berada di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menjadi sasaran kemarahan orang tak dikenal. Bangunan rumah ini dicoret-coret dengan tinta semprot berwarna hitam dengan berbagai kata berisi hujatan.
Berdasarkan pantauan Merdeka.com, coretan berisi hujatan ini muncul pada Selasa (28/4). Padahal saat reporter Merdeka.com menengok lokasi dihari Senin (27/4) siang, bangunan rumah yang dipakai Little Aresha ini masih bersih dinding dan ada garis pembatas polisi.
Salah satu tulisan di tembok Little Aresha ini berbunyi 'Anak Jadi Korban', 'Tidak Ada Rasa Kemanusiaan' hingga berbagai kata hujatan lainnya.
Advertisement
Sasaran Vandalisme
Selain tembok, papan pengumuman dan pintu, sepeda motor milik pengasuh yang berada di dalam tempat parkir Little Aresha juga menjadi sasaran vandalisme. Ada dua sepeda motor pengasuh yang menjadi sasaran coretan cat semprot.
Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari Little Aresha memperkirakan aksi coretan protes itu kemungkinan dilakukan pada Selasa (28/4) dini hari. Pasalnya sekitar jam 21.00 WIB, saat lewat di depan Little Aresha, warga yang enggan disebut namanya ini melihat tembok masih dalam keadaan bersih.
"Semalam belum ada kok. Saya lewat sekitar jam 21.00 WIB masih bersih. Mungkin dicoret-coret pas tengah malam atau dini hari waktu jam sepi," tutur warga itu.
Advertisement
Statusnya Mengontrak Rumah
Warga itu menceritakan jika bangunan yang dipakai Little Aresha untuk daycare itu statusnya mengontrak rumah. Jadi bangunan rumah yang dipakai bukanlah milik Little Aresha.
"Itu kontrak rumah. Bukan rumah milik yang punya daycare. Saya lupa kontrak sejak kapan tapi kalau setahun sudah lebihlah ngontrak di rumah itu," ucap warga itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya polisi menggerebek bangunan yang dipakai Little Aresha untuk membuka daycare pada Jumat (24/4) lalu. Dalam penggerebekan ini polisi mengamankan 30 orang terkait dengan Little Aresha.
Usai dilakukan pemeriksaan, polisi pada Sabtu (25/4) malam menetapkan 13 orang menjadi tersangka atas dugaan aksi tak manusiawi dan penelantaran anak yang dititipkan di Little Aresha. 13 tersangka ini terdiri satu ketua yayasan, satu kepala sekolah dan 11 orang pengasuh.