Jordan Ivy-Curry Ungkap Kesan Emosional Usai Laga Perpisahan IBL All-Star 2026

Jordan Ivy-Curry, bintang Satria Muda Pertamina Bandung, berbagi kesan mendalam usai menjalani laga terakhirnya di IBL melalui IBL All-Star 2026, meninggalkan jejak emosional dan kenangan tak terlupakan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jordan Ivy-Curry Ungkap Kesan Emosional Usai Laga Perpisahan IBL All-Star 2026
Jordan Ivy-Curry, bintang Satria Muda Pertamina Bandung, berbagi kesan mendalam usai menjalani laga terakhirnya di IBL melalui IBL All-Star 2026, meninggalkan jejak emosional dan kenangan tak terlupakan. (AntaraNews)

Pemain asing Satria Muda Pertamina Bandung, Jordan Ivy-Curry, baru saja menyelesaikan laga perpisahannya di Indonesian Basketball League (IBL). Momen emosional ini terjadi dalam ajang IBL All-Star 2026 yang digelar di Bandung pada Sabtu. Pertandingan tersebut menjadi penutup karirnya di liga basket Indonesia.

Pemain asal Amerika Serikat ini mengungkapkan rasa haru dan kesan mendalam atas pengalaman yang didapatkannya selama berkarier di Indonesia. Ia menyebut atmosfer pertandingan sangat istimewa dan penuh antusiasme dari para penggemar. Ini adalah salah satu pengalaman paling berkesan sepanjang karirnya di Indonesia.

Ivy-Curry juga menyampaikan terima kasih atas dukungan luar biasa yang ia terima selama memperkuat Satria Muda. Dukungan tersebut sangat membekas dan terasa hingga momen-momen krusial di lapangan. Kebersamaan dengan tim dan kompetisi IBL akan selalu dikenangnya.

Jordan Ivy-Curry tidak bisa menyembunyikan perasaannya saat mengenang perjalanannya di IBL. Ia mengatakan, “Ini jadi salah satu momen yang cukup berkesan. Banyak kenangan juga di sini.” Pernyataan ini menunjukkan betapa berharganya waktu yang ia habiskan di Indonesia bersama Satria Muda Pertamina Bandung.

Dukungan dari para penggemar Satria Muda menjadi salah satu aspek yang paling membekas bagi Ivy-Curry sepanjang musim. Ia merasa dukungan tersebut sangat berarti dan memberikan semangat. Menurutnya, seluruh perjalanan bersama tim berjalan baik, menciptakan kenangan yang tak terlupakan baik dari sisi kompetisi maupun kebersamaan dengan rekan satu tim.

Pemain berusia 25 tahun itu menambahkan bahwa dukungan tersebut terasa hingga detik-detik akhir pertandingan. Hal ini membentuk pengalaman emosional yang kuat selama bermain di Indonesia. Rasa terima kasihnya masih sangat terasa hingga saat ini, yang ia sampaikan kepada seluruh pendukung.

Ajang IBL All-Star 2026 dinilai Ivy-Curry sebagai penutup yang sangat tepat untuk karirnya di Indonesia. Ia merasa suasana pertandingan santai namun tetap kompetitif bagi para pemain. Ini memberikan pengalaman terakhir yang menyenangkan di hadapan para penggemar basket Indonesia.

Manajemen Satria Muda Pertamina Bandung sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Ivy-Curry tidak akan melanjutkan kerja sama dengan tim pada musim berikutnya. Oleh karena itu, IBL All-Star 2026 memang menjadi penampilan terakhirnya di kompetisi tersebut. Keputusan ini menandai berakhirnya kebersamaan mereka setelah musim yang penuh kesan.

Meskipun harus berpisah dengan Satria Muda, Ivy-Curry menyebut tidak menutup kemungkinan untuk kembali bermain di Indonesia di masa mendatang jika ada kesempatan. “Saya tidak tahu, tapi mungkin bisa saja (kembali ke Indonesia),” ujarnya. Pernyataan ini membuka harapan bagi para penggemar yang ingin melihatnya kembali beraksi di lapangan IBL.

Peluang kembali ke IBL menunjukkan ikatan kuat yang telah terjalin antara Jordan Ivy-Curry dan Indonesia. Pengalaman positif yang ia dapatkan selama ini bisa menjadi alasan utama. Para penggemar tentu akan menyambutnya dengan antusias jika ia memutuskan kembali merumput di liga basket Tanah Air.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi