Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) atas inisiatifnya. Apresiasi ini diberikan terkait penyelenggaraan pelatihan vokasi barista dan instalasi listrik di Kota Batam. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di wilayah tersebut.
Direktur Bina Standarisasi Kompetensi Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Abdullah Qiqi Asmara, menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan langkah strategis. Inisiatif ini sangat penting dalam upaya menekan angka pengangguran di Indonesia.
“Apresiasi kami kepada Polda Kepri yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten,” ujar Abdullah di Batam pada Jumat, 10 April 2026.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pelatihan Vokasi untuk Tenaga Kerja Produktif
Indonesia saat ini menghadapi tantangan demografi dengan sekitar 158 juta penduduk usia produktif. Namun, angka pengangguran masih mencapai 7,4 juta orang, ditambah sekitar 10 juta generasi muda yang produktivitas kerjanya belum optimal. Kondisi ini menuntut adanya upaya serius dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Abdullah Qiqi Asmara menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi kunci utama agar tenaga kerja dapat terserap langsung di berbagai sektor industri. Sektor-sektor ini membutuhkan standar keahlian tertentu yang diakui secara resmi.
“Dengan sertifikasi, seseorang memiliki pengakuan kompetensi yang dibutuhkan industri,” kata Abdullah. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026, Kemnaker menargetkan pelatihan vokasi bagi 70 ribu peserta yang dibiayai melalui APBN.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Polda Kepri dan Kolaborasi Strategis
Wakil Kepala Polda Kepri, Anom Wibowo, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan keterampilan kerja mereka.
Polda Kepri menggandeng Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam pelaksanaan pelatihan ini. Ini merupakan kali pertama Polda Kepri menginisiasi kegiatan pelatihan semacam ini, dengan 32 peserta pada tahun ini dan harapan untuk terus berlanjut di masa depan.
Direktur LPK Bhakti Tidar Nusantara, Dwipung Wirajaya Saputra, merinci bahwa pelatihan barista berlangsung selama 18 hari dan instalasi listrik selama 26 hari. Peserta berjumlah 32 orang, masing-masing 16 orang untuk setiap bidang, berasal dari Kepri, termasuk pekerja migran, keluarga PMI, binaan BP3MI, dan Bhabinkamtibmas Polda Kepri.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Prospek Peningkatan Kompetensi di Kepri
Data Badan Pusat Statistik pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kepulauan Riau mencapai 6,45 persen, atau sekitar 72,56 ribu orang. Angka ini menunjukkan urgensi peningkatan kompetensi di wilayah tersebut.
Anom Wibowo menyoroti tingginya arus masuk tenaga kerja ke Kepri seiring berkembangnya industri yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Situasi ini menuntut adanya peningkatan kompetensi melalui sertifikasi.
Jenis pelatihan pada tahun ini disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti barista dan instalasi listrik. Namun, Wakapolda Kepri itu menyatakan bahwa ke depan, kemungkinan pengembangan ke bidang lain seperti pengelasan akan dipertimbangkan. Pada akhir pelatihan, akan dilakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat dari lembaga pelatihan kerja (LPK), Balai Latihan Kerja Kemnaker Batam, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Advertisement
Sumber: AntaraNews