Jejak Jabatan Qodari di Lingkar Istana hingga Masuk Wantimpres

Presiden Prabowo melantik M Qodari sebagai sekretaris merangkap anggota Wantimpres di Istana Negara. Ia sudah empat kali dilantik. Ini jejak jabatannya.

Jonathan Pandapotan Purba
Jejak Jabatan Qodari di Lingkar Istana hingga Masuk Wantimpres
Muhammad Qodari (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari sebagai sekretaris merangkap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Qodari tercatat telah beberapa kali dipercaya menempati posisi strategis di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Perjalanan kariernya di lingkungan Istana berlangsung cukup cepat sejak pertama kali masuk pemerintahan pada 2024.

Qodari awalnya dipercaya menjabat Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024. Setahun kemudian, ia dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada September 2025.

Pada April 2026, Qodari kembali mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Ia dilantik Presiden Prabowo pada 27 April 2026 menggantikan Angga Raka Prabowo.

Kini, Qodari kembali mendapat penugasan di lingkungan Istana sebagai sekretaris merangkap anggota Wantimpres.

Profil

Muhammad Qodari lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 15 Oktober 1973. Ia dikenal sebagai peneliti, pengamat politik, konsultan politik, sekaligus pendiri lembaga survei Indo Barometer.

Qodari menempuh pendidikan sarjana Psikologi Sosial di Universitas Indonesia (UI) dan menyelesaikannya pada 1997. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di University of Essex, Inggris, dengan bidang kajian Political Behavior dan menyelesaikan pendidikan tersebut pada 2002.

Pada 2016, Qodari meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyelesaikan disertasi berjudul "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014" dengan predikat sangat memuaskan.

Karier profesional Qodari dimulai dari dunia penelitian. Ia tercatat pernah menjadi peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada Mei 1999 hingga September 2001. Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Qodari juga sempat terjun ke dunia media. Ia menjadi Chief Editor Majalah Kandidat serta Campaign and Election Magazine pada 2003–2004. Selain itu, ia pernah menjadi pembawa acara sejumlah program televisi yang membahas isu politik.

Kariernya kemudian berlanjut di bidang survei politik. Qodari pernah menjabat Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebelum kemudian menjadi Wakil Direktur Eksekutif LSI hingga Oktober 2006.

Pada November 2006, Qodari mendirikan Indo Barometer, lembaga survei yang melakukan riset mengenai perilaku sosial dan politik masyarakat Indonesia. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Eksekutif lembaga tersebut.

Rekomendasi