Prabowo Instruksikan Garuda Indonesia Gandeng Saudi Airline Atasi Penumpang Pesawat Kosong

Hal ini dinilai dapat menjadi solusi mengatasi pesawat kosong usai mengantar jemaah haji serta efisiensi biaya perjalanan haji.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Instruksikan Garuda Indonesia Gandeng Saudi Airline Atasi Penumpang Pesawat Kosong
Prabowo Instruksikan Garuda Indonesia Gandeng Saudi Airline Atasi Penumpang Pesawat Kosong (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan maskapai nasional, Garuda Indonesia mendekati Saudia Airlines untuk membentuk usaha patungan atau joint venture. Hal ini dinilai dapat menjadi solusi mengatasi pesawat kosong usai mengantar jemaah haji serta efisiensi biaya perjalanan haji.

"Di sini ada Dirut Garuda? Danantara. Saya telah instruksikan untuk mendekati Saudi Air supaya Garuda dan Saudi Air bikin joint venture," kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/4).

Penumpang Pesawat Kosong

Menurut dia, selama ini pesawat Garuda selalu kosong saat pulang ke Indonesia usai mengantar jemaah ke Arab Saudi. Hal yang sama juga dirasakan Saudia Airlines setelah mengantar jemaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia.

"Selama ini pesawat Garuda berangkat bawa haji ke Tanah Suci pulangnya kosong, ini kan tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian, dia mengembalikan haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong," ujar Prabowo.



Prabowo Dorong Bikin Satu Anak Perusahaan

Untuk itu, Prabowo mendorong Garuda Indonesia dan Saudia Airlines membentuk satu anak perusahaan bersama. Dengan begitu, tidak ada pesawat yang kosong penumpang apabila kembali ke negara asal setelah mengantar jemaah haji.

"Saya mengatakan kenapa enggak kerja sama, bikin 1 anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia. Pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh, ke Indonesia penuh. Harga bisa turun lagi waktu bisa lebih singkat lagi. Ini supaya dikerjakan," jelas Prabowo.



Prabowo Panggil Dirut Garuda

Dia pun menanyakan kembali kepada Direktur Utama Garuda Indonesia apakah perintahnya terkait joint venture dengan Saudia Airlines sudah dikerjakan. Pasalnya, Prabowo mengaku hal ini sudah diperintahkan sejak 2 bulan lalu.

"Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih 2 bulan yang lalu," tutur Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintahannya harus kerja dengan cepat. Dia pun meminta Dirut Garuda menghadapnya usai rapat kerja pemerintah.

"Ini harus kerja cepat, pemerintah ini kerja cepat. Nanti Dirut Garuda menghadap saya, tambah botak dia kepalanya," ucap Prabowo.



Rekomendasi