Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan berjalan kaki dari Semarang, Jawa Tengah, menuju kampung halamannya di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Waktu yang mereka tempuh lebih dari tiga bulan.
Keberadaan mereka terungkap saat anggota Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, curiga melihat ketiganya sedang istirahat di Desa Batu Kuning, Baturaja Barat, OKU, Sabtu (4/4) sore. Mereka nampak kelelahan dan kelaparan.
Begitu diinterogasi, satu keluarga itu ternyata telah berjalan kaki lebih dari tiga bulan, tepatnya sejak Desember 2025. Mereka bermaksud pulang ke Musi Banyuasin karena hidup terlantar di Semarang.
Advertisement
Kepala keluarga, Widodo (50), mengaku mengajak serta istri dan anaknya merantau ke Semarang akhir tahun lalu. Dia awalnya dijanjikan kepala sekolah untuk membuat patung.
Begitu Widodo tiba di sana, pekerjaan itu batal terlaksana karena kendala pendanaan. Widodo pun mencari kerja lain untuk menghidupi keluarganya di rantauan.
Namun Widodo mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan karena semua dokumen kependudukan dalam dompet miliknya hilang. Satu keluarga itu pun hidup terlantar karena tanpa sanak saudara.
Tak tahan dengan nasib tak tentu, Widodo memutuskan pulang kampung. Dia mengajak istri, Naila (32) dan anak perempuannya, Aluna (9), jalan kaki karena tidak ada ongkos pulang.
Advertisement
Selama perjalanan, mereka bertahan hidup dengan meminta belas kasih warga. Untuk tidur, keluarga ini menumpang di masjid-masjid.
Dalam perjalanan juga, mereka mengalami sakit bergantian karena kelelahan jalan kaki sangat lama dan jauh. Widodo meminta anak istrinya bersabar dan tetap semangat pulang.
Nasib mujur ketika Widodo dan keluarga tiba di OKU. Mereka diselamatkan sejumlah anggota polisi.
Keluarga ini dinaikkan ke travel ke Palembang dan melanjutkan perjalanan ke Musi Banyuasin.
Tak lupa, polisi memberikan bantuan biaya perjalanan dan uang makan, serta meminta pengemudi travel agar keluarga tersebut mendapat perhatian selama perjalanan.
"Ceritanya keluarga ini jalan kaki lebih dari tiga bulan dari Semarang, tujuannya pulang ke Musi Banyuasin," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Minggu (5/4).
Nandang berharap siapa pun yang dalam kesulitan atau kendala di perjalanan dapat menghubungi kepolisian setempat. Warga jangan ragu melaporkan kondisi darurat agar dapat ditindaklanjuti.