Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menerima bantuan sebanyak 17.500 paket makanan bergizi tambahan. Bantuan ini ditujukan untuk ibu hamil dan anak berstatus kurang gizi di wilayah tersebut, sebagai langkah konkret dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bekasi.
Paket makanan bergizi ini, yang berisi susu, telur, biskuit, hingga kudapan berprotein, berasal dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) PT. Hankook Tire Indonesia. Perusahaan produsen ban asal Korea Selatan ini beroperasi di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi ini khususnya terjalin antara pemerintah daerah dengan pihak swasta melalui skema penyaluran CSR perusahaan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Stunting Bekasi
Penyaluran bantuan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan intensitas satu kali dalam sepekan selama dua bulan ke depan. Para penerima manfaat adalah masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan, menunjukkan fokus pada komunitas terdekat.
Selain ibu hamil dan anak stunting di Desa Hegarmukti, bantuan ini juga menjangkau masyarakat di Desa Jayamukti, Cicau, Pasirranji, Pasir Tanjung, dan Sukamahi. Seluruh desa ini berlokasi di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Program bantuan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian dunia usaha yang selaras dengan upaya pemerintah daerah. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bekasi melalui intervensi gizi.
Advertisement
Endin Samsudin mengapresiasi langkah perusahaan yang telah berkontribusi bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya dalam upaya Penanganan Stunting Bekasi. Ia menekankan bahwa ini adalah contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha.
Advertisement
Peran Swasta dan Visi Pembangunan Daerah
Keterlibatan sektor swasta melalui program CSR sangat dibutuhkan pemerintah daerah untuk merespons beragam kebutuhan masyarakat. Pemerintah berharap semakin banyak perusahaan yang dapat berpartisipasi dalam program-program serupa.
Upaya Penanganan Stunting Bekasi membutuhkan kolaborasi antar-lintas sektor terkait. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sinergi, termasuk dengan dunia usaha, untuk mencapai hasil optimal.
Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwi Sigit Adrian, menambahkan bahwa program ini selaras dengan hasil Musrenbang CSR Desember 2025. Musrenbang tersebut mendorong inisiatif perusahaan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Arah pembangunan Kabupaten Bekasi 2025-2029 mengacu pada visi "Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera". Fokus utama pembangunan ini menjadi acuan bagi pelaksanaan program CSR dalam mendukung sektor-sektor strategis, termasuk bidang kesehatan.
Advertisement
Apresiasi dan Stimulus untuk Kontribusi Perusahaan
Pemerintah daerah tidak hanya mengimplementasikan kemudahan layanan perizinan usaha bagi sektor swasta, tetapi juga mempersiapkan CSR Award tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi kepada perusahaan atas kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Bekasi.
Mekanisme penghargaan ini disiapkan sebagai wujud apresiasi bagi perusahaan yang aktif berkontribusi membantu program-program pemerintah. CSR Awards 2026 diharapkan dapat menjadi stimulus dan motivasi bagi perusahaan.
Tujuan akhirnya adalah memperkuat sinergi yang sudah berjalan antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Ini penting agar berbagai program prioritas daerah dapat berjalan optimal dengan dukungan dari berbagai pihak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews